Telaga Nirwana Jadi Destinasi Wisata Baru di Pulau Rote

TELAGA Nirwana di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyimpan sekudang kisah bagi setiap orang yang hendak berkunjung. Pasalnya, pada masa silam, Telaga Nirwana ini merupakan tempat  permohonan doa bagi para nelayan di daerah itu sebelum pergi melaut mencari ikan di laut lepas.
Para nelayan berdoa  agar senantiasa alam dan Tuhan memberi perlindungan dan diselamatkan dari badai gelombang ganas bahaya.Selain itu, pulang bisa membawa hasil tangkapan ikan yang melimpah.
Telaga Nirwana pun kini dikenal warga sebagai salah satu Distinasi Wisata baru di pulau Rote.
Eksistensi Telaga Nirwana berada di sebuah dusun kecil bernama Dusun Kotalai, desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, jaraknya sekitar 200 meter dari bibir pantai Buedale.
Dikabarkan, sejak dipublikan media sosial dan media cyber pada awal Pebruari 2018, kini para pengunjung mencapai 50 -100 orang memadati Telaga tersebut dalam setiap hari liburan dalam sepekan.
Dikala Anda berkunjung ke Telaga Nirwana akan menikmati  suasana alam asri yang menyejukkan pandangan mata. Telaga tersebut terlihat hijau mempesona.
Keunikannya adalah disekitarnya ada sebuah lempengan batu berukuran besar berbentuk hati. Hati adalah simbol cinta.
Batu berbentuk hati itu diselimuti hamparan pasir putih ala salju di dasar air jernih tembus pandang.
Airnya pun tidak dalam. Cuma sebatas pinggang orang dewasa.
Warga setempat pun melontarkan sebuah istilah untuk Telaga Nirwana itu bahwa keindahannya bagaikan seorang gadis jelita nan cantik yang masih perawan dan belum mengenal dunia luar. Maknanya keindahannya akan memikat setiap hati orang yang berkunjung ke Telaga Nirwana itu.
Apabila Anda berkunjung ke Telaga Nirwana itu, dari pantai Buedale Anda jangan kuatir lantaran fasilitas angkutan mini perahu telah disiapkan warga setempat. Jasa perahu pun terjangkau. Cukup siapkan uang Rp 25 ribu untuk pulang pergi bagi orang dewasa.Di bibir pantai telah disiapkan tujuh buah kapal perahu mini. Perjalanan Anda akan tempuh jarah 200 meter dengan kecepatan 10 menit tiba di Telaga Nirwana.
Untuk jasa angkutan darat, Anda dari Kota Ba’a  tujuan Telaga Nirwana dengan kendaraan pribadi atau pun angkutan pedesaan tempuh jarak sekitar 35 kilometer. Kepala Desa Oeseli, Yeskial Nina Mooy menuturkan, Telaga Nirwana belum dikenal banyak orang terkait keberadaannya karena letaknya  sangat terpencil. Menurut dia, belum banyak orang yang berkunjung. Dan pantainya pun belum tercemar.

Ombak di pantai itu sangat kecil sehingga pengunjung bisa nyaman berenang.
“Coba Anda melihat di setiap rumah warga desa ada jemuran rumput laut. Karena warga saya hampir 80 persen  berprofesi sebagai petani rumput laut. Selebihnya membuat air gula,” ujar Mooy
Oleh karena itu, salah satu program prioritas  desa Oeseli untuk lima tahun kedepan, kata Mooy, adalah pengembangan dan pengelolaan obyek wisata desa. Salah satu diantaranya, Telaga Nirwana dan Konservasi Hutan Bakau yang bisa menyerap dana anggaran pemerintah daerah.
Kini Telaga Nirwana Jadi Sumber Penghasilan bagi anak usia sekolah.
Juventus Kiki (11) Kelas IV SDN Oeseli dan teman sebayanya Isak Longo (12) Kelas VI memanfaatkan setiap hari libur  dan Minggu untuk menjadi Anak Buah Perahu melayani wisatawan lokal yang mengunjungi Telaga Nirwana. Kedua boca ini bisa mendapat uang perhari Rp 100.000.
“Kami dua setiap hari libur menjadi Anah buah kapal, perahu RH Es Oe karena juru mudinya adalah keluarga kami. Yunus Kiki. Tugas kami membantu  pengunjung di saat naik dan turun  dari perahu,” kata kedua boca itu dengan senyum.
Warga TTS Felpin Bawa  menyatakan, setiap hari libur  bersama keluarganya dari SoE berkunjung ke Rote untuk mengunjungi sejumlah destinasi di pulau Rote.
Riko menilai sejumlah destinasi di pulau Rote masih alami, Telaga Nirwana, misalnya. Airnya jernih. Tumbuh pohon Mangrove  yang berbentuk jantung. Keindahan ini merupakan anugerah Tuhan yang perlu dijaga dan dilestarikan. Meski pun destinasi wisata baru itu belum dikenal banyak orang, tetapi infrastruktur jalan perlu ditata. Dan perlu disiapkan fasilitas yang memadai di lokasi itu. Tempat penyinapan dan restoran mini. Sehingga lokasi Telaga Nirwana jadi tempat favorit orang berkunjung. Selain itu, menopang tingkat ekonomi bagi warga dusun Kotalai,” harap Riko. ♦ Ido