SMA Seminari St Rafael Oepoi Raih Juara 1 dan 2 Lomba Cipta dan Baca Puisi yang Digelar UNWIRA Kupang

Dua seminaris SMASSTRA Oepoi, Theodorus Karel Baz dan Flavianus Nahas saat menerima piala juara lomba cipta dan baca puisi yang digelar UPT Perpustakaan Pusat UNWIRA Kupang / foto: Istimewa

EXPONTT.COM, KUPANG – Dua seminaris dari SMA Seminari Santo Rafael Smasstra Oepoi, Kupang berhasil meraih juara 1 dan 2 dalam lomba cipta dan baca puisi yang digelar Unit Pelaksana Tugas (UPT) Perpustakaan Pusat Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda tahun 2023.

Kedua seminaris yang berhasil menyabet juara yakni, Theodorus Karel Baz dari kelas XII MIAdengan judul puisi “Mata Sang Dabir” yang mendapatkan juara satu dan Flavianus Febri Nahas dari kelas XII MIA berhasil menyabet juara dua dengan judul puisi “Kapan Pemuda Itu Hidup Lagi”.

Lomba puisi dengan tema “Generasi Milenial dan Sumpah Pemuda” yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan Pusat UNWIRA dilaksanakan dengan tahapan seleksi puisi yang dibuat oleh para siswa sejak September 2023 hingga lolos ke babak final yang digelar pada hari peringatan sumpah pemuda, Sabtu, 28 Oktober 2023.

Baca juga: Perdana Ikut LPI, SMA Seminari Santo Rafael Kupang Tembus Semifinal

Keduanya tampil mengenakan baju adat NTT saat membacakan puisi yang mereka buat dan berhasil menjadi juara lomba puisi yang diikuit oleh 35 peserta dari 14 SMA Negeri/Swasta dan SMK Negeri/Swasta se-Kota Kupang.

Guru pembimbing Theodorus Baz dan Flavianus Nahas, Alexandra Taum, S.Pd. mengaku bangga dengan capaian yang diraih dua siswanya.

“Saya merasa sangat senang setelah melewati proses yang panjang, anak didik saya berhasil meraih juara satu dan juara dua. Ini pencapaian yang luar biasa,” kata guru bahasa Indonesia yang akrab disapa Nanda ini.

Baca juga: Siswa Baru SMA Seminari Santo Rafael Oepoi Jalani MOS, ‘Rumah Cita dan Cinta’

Dirinya mengaku, penjiwaan dan ekspresi merupakan tantangan terbesar dalam membaca puisi. Hal itu dikarenakan lomba puisi yang diikuti merupakan yang perdana bagi kedua seminaris ini.

Nanadabmengungkapkan kedua siswa berlatih empat jam sehari sebelum menjalani kegiatan belajar mengaja di kelas.

“Pengumuman 10 besar di tanggal 20 Oktober, dengan waktu yang cukup singkat, selama seminggu mereka berlatih empat jam sehari sebelum pelajaran,” imbuhnya.

Baca juga: Aliansi Peduli Kemanusiaan Kembali Gelar Aksi Jilid 4 Dukung APH Hadapi Praperadilan Tersangka Marthen Konay

Puisi Theodorus Baz yang berhasil meraih juara satu bercerita tentang seorang anak yang merasa perjuangan sia-sia, dimana penulis puisi merasa tidak ada lagi harapan seorang Soekarno sebagai simbol perjuangan kemerdekaan yang tak tahu mau dibawa kemana generasi saat ini yang lebih suka hidup dengan gawainya.

Sedangkan puisi Flavianus Nahas menyindir para pemuda yang saat ini terlalu asik dengan dunia maya dan terpaku dengan gawainya.♦gor

Baca juga: Rayakan HUT Pertama La Cove Beach Resto & Bar, Coop TLM Indonesia Serahkan CSR Untuk Panti Asuhan dan Anak Stunting