Puluhan Anak NTT Ikut Tes Masuk UGM, Robert Fanggidae: Semua Berhak Dapat Pendidikan Berkualitas

Pelaksanaan Ujian Masuk CBT UGM Yogyakarta di Kupang, Selasa 28 Mei 2024 / foto: istimewa

EXPONTT.COM, KUPANG – Puluhan anak Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti seleksi Ujian Masuk – Computer Based Test (UM CBT) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tahun 2024, Selasa, 28 Mei 2024

UM CBT UGM Yogyakarta 2024 yang diikuti sebanyak 76 lulusan SMA dan SMK se-NTT ini dilaksanakan di Aula Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, di Kota Kupang.

Tes berbasis komputer yang diikuti para peserta ini merupakan salah satu jalur mandiri untuk masuk ke UGM Yogyakarta tahun ajaran 2024/2025.

Baca juga: Balon Wali Kota Kupang Robert Fanggidae Punya Strategi Atasi Persoalan Lapangan Kerja

UM CBT UGM Yogyakarta tahun 2024 di Kupang ini menjadi yang pertama kali dan diinisiasi oleh Ketua Keluarga Alumni UGM Yogyakarta (KAGAMA) Pengurus Daerah (Pengda) NTT, Robert Fanggidae setelah berkomunikasi dengan Rektor UGM pada Februari 2023 lalu.

Kupang kini menjadi salah satu dari tujuh lokasi tes untuk bisa masuk ke UGM Yogyakarta. Sebelumnya selain di Yogyakarta, para calon mahasiswa dapat mengikuti tes di Jakarta, Makassar, Medan, Pekanbaru dan Balikpapan.

Robert Fanggidae yang juga Ketua Panitia Lokal Seleksi UM CBT UGM di Kupang mengatakan, UM CBT UGM Yogyakarta ini bertujuan untuk membuka akses seluas-luasnya untuk anak-anak NTT sehingga mereka bisa mendapat akses pendidikan yang berkualitas.

“Semua orang berhak dapat pendidikan yang berkualitas,” ungkapnya saat diwawancarai disela-sela pelaksanaan tes.

Baca juga: Robert Fanggidae Bercita-cita Jadi Wali Kota Paling Jujur

Selain itu, dengan berkuliah di UGM Yogyakarta, lanjutnya, anak-anak NTT juga bisa mendapatkan jaringan yang luas.

Robert Fanggidae mengatakan, tes di Kupang ini memberikan kemudahan bagi para pelajar di NTT dan para orang tua dari para pelajar untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dengan biaya yang lebih murah dan akses yang lebih dekat.

Ketua Panita Lokal UM CBT UGM Yogyakarta, yang juga Ketua Kagama Pengda NTT, Robert Fanggidae saat memberikan informasi terkait tes masuk UGM kepada para peserta / foto: Gorby Rumung

Diketahui dalam UM CBT UGM terdapat dua kategori yang dapat diikuti oleh para peserta tes dengan biaya yang relatif terjangkau. Diantaranya, tes untuk jurusan Siantek atau Soshum dengan biaya pendaftaran sebesar Rp. 550 ribu, dan campuran dengan biaya pendaftaran Rp.575 ribu.

Dengan besaran biaya tersebut, akan memudahkan untuk anak NTT yang ingin kuliah di UGM. “Kalau kita tes di Jogja atau Jakarta paling kurang kita harus keluarkan Rp.10 juta,” tambah Bakal Calon Wali Kota Kupang 2024-2029 ini.

Baca juga: Safari Politik ke Flores, Jane Natalia Suryanto Temui Masyarakat Hingga Uskup Maumere

Ia menuturkan, target minimum peserta yang ikut untuk UM CBT UGM Yogyakarta tahun 2024 adalah 200 peserta. Meski pelaksanaan perdana hanya 76 peserta, Robert menyatakan, tes ini akan menjadi agenda rutin UGM di NTT.

Puluhan peserta sebelum mengikuti tes / foto: istimewa

“Ini akan berkelanjutan. Terus terang, target kita di pelaksanaan perdana ini minimal 200 peserta, tapi Ibu rektor dan Wakil Rektor I UGM memberikan toleransi. Tahun depan akan dibuka lagi. Tentu kita harus lebih gencar dalam publikasikan tes ini,” jelas Direktur Utama Bank TLM ini.

Jalur Mandiri Afirmasi untuk Daerah 3T

Lebih lanjut, Roberth menjelaskan, selain UM CBT, juga ada jalur tes mandiri affirmasi untuk khusus untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) di sembilan provinsi termasuk NTT yang diselenggarakan pada bulan Juni 2024.

Baca juga: OJK Setujui Perubahan Pengurus Bank NTT Sesuai Hasil RUPS-LB

“Nanti ada jalur mandiri afirmasi untuk daerah 3T sesuai perpres untuk sembilan provinsi termasuk NTT itu untuk membuka peluang anak-anak bisa kuliah di UGM dan juga daerah-daerah kerja sama tri dharma perguruan tinggi,” tandasnya.

Sementara itu, Tim Seleksi dari UGM Yogyakarta, Rochman Diansyah, menjelaskan, sistem tes UM CBT yang dilakukan di Kupang memiliki standar yang sama seperti di Yogyakarta dan kota-kota lainnya.

Panitia UM CBT UGM Yogyakarta / foto: Gorby Rumung

“Ada tes mata kuliah umum, tes potensi akademik dan tes siantek dan soshum dengan sistem computer base, mereka menjawab soal di tablet yang kami sediakan,” jelasnya.

Baca juga: 77 Pemain Akan Ikut Seleksi Tim Futsal NTT untuk PON XXI Aceh-Sumut 2024

Terkait hasil tes, lanjut Rochman, akan keluar pada bulan 9 Juli 2024 mendatang. “Meski tesnya duluan, tapi nanti hasilnya keluar sama-sama setelah tes di Jogja,” jelasnya.

Pantauan media peserta yang mengikuti tes datang dari berbagai daerah di NTT, diantaranya, Kota Kupang, Malaka, Belu, Flores Timur, Sumba dan wilayah lainnya.

Salah satu peserta tes UM CBT UGM Yogyakarta, dari Larantuka, Hepi Hermanto, mengucapkan terima kasih kepada UGM dan juga Kagama NTT yang telah membuka peluang untuk anak-anak NTT untuk bisa berkuliah di UGM yang merupakan kampus terbaik di Indonesia.

“Ini sangat bagus, jadi anak-anak Provinsi NTT tidak perlu keluar jauh-jauh untuk ikut tes UGM, karena UGM dan juga Kagama sudah buka kemudahan dengan ujian tes di Kupang,” ungkap lulusan SMA Frateran Podor Larantuka usai tes.

Panitia dan peserta Ujian Masuk CBT UGM Yogyakarta / foto: Gorby Rumung

Sementara itu, Ali Seran, peserta tes dari Malaka mengatakan dirinya merasa beruntung karena berada di waktu yang pas saat UGM Yogyakarta membuka peluang bagi anak-anak NTT.

“Puji Tuhan sudah ada tes di Kupang jadi lebih dekat, tidak perlu jauh ke Jogja. Jadi secara biaya dan waktu sangat membantu,” pungkas alumni SMA Negeri Harekakae Malaka ini.♦gor

Baca juga: Danau Kelimutu Alami Perubahan Warna, Ini Penjelasan Badan Geologi