Adinda Lebu Raya “Turun Gunung” ke Pilkada Kota Kupang 2024

Lusia Adinda Dua Nurak Lebu Raya / foto: istimewa

EXPONTT.COM, KUPANG – Setelah sekian lama tak nampak di media massa Nusa Tenggara Timur (NTT), Istri Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Lusia Adinda Dua Nurak memutuskan “turun gunung” ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kupang 2024.

Wanita yang akrab disapa Adinda Lebu Raya ini kembali hadir ke publik sebagai salah satu kandidat calon Wakil Walikota Kupang dan digadang-gadang mendampingi Jefri Riwu Kore pada Pilkada Kota Kupang. Baliho yang menampilkan foto dirinya disandingkan dengan Jefri Riwu Kore bahkan telah terpasang disejumlah sudut Kota Kupang.

Dalam wawancaranya, Adinda Lebu Raya menyebut, keterlibatan dirinya sebagai peserta Pilkada Kota Kupang 2024 adalah pilihan yang tidak bisa dihindari.

Baca juga: Anggota DPRD Kota Kupang Akui Sering Dapat “Anak Titipan” di Momen PPDB

Sebagai kader partai yang turut berjibaku membesarkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) di NTT, dirinya tidak mempunyai alasan untuk menghindar atau menjauh dari panggilan pengabdian.

Adinda Lebu Raya mengatakan mengabdikan diri untuk warga Kota Kupang adalah sebuah pilihan ideologis dan bukanlah semata-mata berorientasi pada politik kekuasaan.

“Jika orientasi saya semata-mata pada politik kekuasaan, wakil wali kota bukan pilihan, karena kekuasaan yang paling tinggi pernah dijabat,” ungkapnya, Rabu, 19 Juni 2024.

Baca juga: 30 Atlet Lolos Tim Futsal NTT ke PON 2024 Aceh-Sumut, Ini Daftar Namanya

Adinda menegaskan, kehadiran dirinya dalam pentas politik Kota Kupang juga merupakan tanggung jawab sebagai kader PDI Perjuangan kepada masyarakat Kota Kupang.

“Suami saya telah meninggalkan api semangat perjuangan kepada saya dan seluruh kader PDI-Perjuangan di NTT. Oleh karena itu, setiap saat bahkan sampai akhir hayat saya pasti terus berpikir tentang rakyat, harus memberikan diri saya kepada rakyat untuk mengusahakan kebaikan bersama,” ujarnya.

Mantan Ketua Penggerak PKK Provinsi NTT ini menambahkan, keputusannya melangkah ke Pilkada Kota Kupang diambil setelah perenungan dalam diri dan percakapan dengan senior dan beberapa kader PDI Perjuangan.

Baca juga: 10 Pantai Terindah di Dunia Tahun 2024 Versi Worlds 50 Beaches, Salah Satunya di NTT

“Saya telah mendapat peneguhan dan penguatan dari orang-orang dekat saya, dengan beberapa teman kader PDI Perjuangan serta keluarga agar terlibat dalam proses di partai menjadi kandidat Wakil Wali Kota Kupang. Saya mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Kupang 2024-2029 melalui jalur online dan menyerahkan dokumen fisik saya ke DPC PDI Perjuangan Kota Kupang untuk selanjutnya di survey,” jelasnya.

Sesuai dengan jargonnya, Adinda menyebut perubahan Kota Kupang harus dilanjutkan. “Melanjutkan perubahan bagi warga Kota yang tidak punya rumah, bagi anak-anak muda yang tak memiliki pekerjaan, bagi kaum perempuan dan anak yang sulit mengakses pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Tentang peluangnya diusung PDI Perjuangan ke Pilkada Kota Kupang, Adinda mengatakan, tak ada satupun kader yang diistimewakan, semua memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk diputuskan oleh PDI Perjuangan.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah NTT Dua Hari Kedepan

”Sebagai kader, saya menghargai tahapan yang sedang berproses. Saya bertemu dengan semua kandidat Wakil Wali Kota, saling membuka isi hati dan berdiskusi. Kami membangun pemahaman bersama, bahwa suatu kelak jika partai memutuskan siapapun diantara kami, sebagai Calon Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Kupang, keputusan itu harus tetap dihargai,” tuturnya.

Disebut akan disandingkan dengan Jefri Riwu Kore sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Kupang, Adinda mengaku telah menerima kunjungan Jefri Riwu Kore beberapa waktu lalu.

Keduanya bahkan telah sepakat untuk berjuang bersama dan bersedia menjadi pasangan kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.

“Saya percaya Pak Jefri Riwu Kore adalah pemimpin yang baik. Beliau telah menunjukan karya politiknya kepada rakyat Kota Kupang dan perubahan itu nyata. Ini cara pandang saya yang sederhana, sehingga saya senang dan mau berjuang bersama beliau. Bukan berarti kandidat yang lain tidak mampu, tetapi secara politik saya telah memilih bersama Pak Jefri. Selanjutnya, kami serahkan kepada partai untuk menilai dan memutuskan diantara sekian kader terbaik yang sama-sama sedang berproses,” pungkasnya.(*)

Baca juga: Hasil Lab Negatif, Nenek yang Meninggal di Naikolan Kota Kupang Bukan Karena Rabies