Yesus Adalah Mesias

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk, M. Pd

♦ Renungan Minggu, 12 September 2021

Oleh : Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk
kepala sekolaah SMPK Frateran Ndao
SEMANGAT PAGI, pada hari ini kita memasuki hari Minggu biasa ke XXIV. Dan Injil hari ini dikisahkan tentang Pengakuan Petrus dan Pemberitahuan Pertama tentang Penderitaan Yesus dan syarat syarat Mengikut Dia (Mrk. 8: 27 – 35).
*Pada hari ini, Yesus bertanya kepada para murid Nya,  tentang siapa Dia menurut kata orang. Ada berbagai macam jawaban. Dan dari jawaban itu tidak ada satupun jawaban yang benar benar sesuai atau cocok. Hal ini bisa jadi, karena orang banyak belum mengenal Yesus, atau sudah mengenal Yesus, tetapi belum mendalam atau mengenal Yesus, namun tidak mau menerima Dia sebagai Allah.
Oleh karena itu, Yesus bertanya kepada para murid Nya, tetapi menurut kamu, ” _siapakah Aku ini?_”. Maka, Petrus menjawab ” _Engkau adalah Mesias!_” Jawaban Petrus sangat tepat, sebab Petrus telah hidup bersama Yesus, dan bahkan menjadi bagian dari tim work yang dibentuk oleh Yesus. Namun, belakangan Petrus dihardik dengan keras, karena menolak Mesias, yakni Yesus yang harus menderita, dibunuh dan bangkit pada hari ketiga.
Pemahaman Petrus tentang Mesias masih keliru. Mesias dikira seorang raja penuh kuasa duniawi, hebat, megah tak tertandingi. Namun, Yesus menunjukkan Mesias yang Ilahi, yang lemah lembut, rendah hati bahkan ditolak imam imam kepala dan dibunuh. Terkadang kita juga keliru memahami siapa Yesus.
Lalu Yesus kemudian meminta para murid Nya untuk terus menjalin relasi yang intim dan intens. Maka, Dia mensyaratkan tiga hal untuk menjadi murid Nya, yakni berani menyangkal diri, memanggul Salib dan mengikuti Dia. Ketiga hal ini diperteguh oleh Santo Yakobus yang menekankan iman. Bahwa menyangkal diri, memanggul salib dan mengikuti Dia harus lah atas dasar iman yang kuat yang diwujudkan lewat perbuatan yang konkrit.
Jika iman kita tidak bisa diwujudkan nyatakan lewat perbuatan yang nyata, maka iman kita itu adalah mati.* Maka, *mari kita yang mengakui diri sebagai murid Yesus, kita harus berani menyangkal diri terhadap dosa, berani memanggul salib seperti Yesus dan berani mengikuti Dia dengan iman yang teguh yang diwujudkan lewat tindakan atau perbuatan yang baik yang mencerminkan bahwa kita adalah murid Yesus.* Semoga. ♦
Selamat Berhari Minggu