Kisah Kelahiran Yohanes Pembaptis

Fr. M. Yonahes Berchmans, Bhk,M.Pd

♦ Renungan Pagi

Oleh : Fr. M. Yonahes Berchmans, Bhk,M.Pd

 

SEMANGAT PAGI, dalam Injil hari ini dikisahkan tentang Kelahiran Yohanes Pembaptis (Luk.1: 57 – 66).

Kisah kelahiran Yohanes Pembaptis, boleh dikatakan sebuah keajaiban, mengapa? Sebab, usia Elisabeth sudah lanjut, bahkan dikatakan sudah mandul. Dan sudah berpuluh puluh tahun Pasutri Zakaria dan Elisabeth telah menantikan kehadiran seorang sang buah hati.

Namun, dalam penantian itu, mereka tidak putus asa dan menyerah, melainkan mereka tetap setia dan taat serta tidak jemu jemu berdoa di bait Allah, siang dan malam. Dan akhirnya Allah mendengarkan doa mereka, hingga tiba saatnya Elisabeth mengandung diusia senja, yang menurut ilmu medis tidak mungkin lagi untuk hamil, sebab usianya sudah sangat tua. Namun, keajaiban terjadi, Tuhan dengan kuasa Nya, menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin, sehingga Elisabeth mengandung dan setelah genap waktunya bagi Elisabeth untuk bersalin dan ia melahirkan seorang anak laki-laki.

Para tetangga dan sanak saudara menyadari bahwa Tuhan telah merahmati pasangan ini. Mereka pun berdatangan memberikan selamat. Mereka ingin agar anak ini dinamai Zakharia seperti ayahnya. Tetapi Elisabeth mengatakan anaknya harus dinamai Yohanes.

Para tamu pun heran karena nama itu, tidak dikenal dalam keluarga besar mereka. Tetapi Elisabeth meminta mereka bertanya ke Zakharia sendiri. Saat itu Zakharia masih belum bisa berkata kata, sejak bertemu malaikat di Bait Allah. Ia pun menuliskan namanya adalah Yohanes. Yohanes artinya Tuhan berkenan.

Dan seketika itu juga ia dapat berbicara kembali. Dan ia memuji kebesaran Allah, melalui sebuah kidung yang kita kenal dengan kidung Zakharia. Dan peristiwa kelahiran dan pemberian nama Yohanes yang tidak lazim itu, telah tersiar dan menjadi buah bibir orang. Bagaimana dengan kita? Banyak kali kita tidak sabar ingin cepat cepat doa kita dikabulkan. Dengan begitu, berarti kita memaksa Tuhan.

Akibatnya, kalau doa kita tidak dikabulkan, maka bisa jadi kita marah marah sama Tuhan, atau kita ngambek, putus asa, tidak mau berdoa, tidak mau ke gereja, tidak mau mengikuti Ekaristi, pokoknya malas berdoa. Maka, bacaan Injil hari ini, harus menjadi inspirasi bagi kita. Bahwa Elisabeth dan Zakharia, tidak pernah putus asa, tidak pernah jemu jemu berdoa kepada Tuhan, dan akhirnya diusia yang sudah uzur, lanjut, mandul lagi Tuhan mengaruniakan kepadanya seorang anak laki-laki, yang adalah perintis jalan bagi kedatangan Sang Mesias, Anak Allah yang menjelma menjadi Manusia.

Akhirnya jika sampai hari ini, doa kita belum dikabulkan oleh Tuhan, maka teruslah berdoa, sebab bisa jadi, Tuhan sedang merencanakan sesuatu yang baik bagi kita menurut rencana dan kehendak Nya dan bukan menurut rencana dan kehendak kita. Kesetiaan dalam doa, dan kesabaran, telah dibuktikan oleh Elisabeth dan Zakharia yang diusia yang tidak muda lagi, tetapi masih dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Yohanes, yang artinya Tuhan berkenan.

Dan nama Yohanes menjadi tanda heran dan buah bibir orang. Dan kiranya nama kita masing-masing dan pribadi kita harus menjadi tanda heran, tanda keselamatan bagi sesama, melalui cara hidup, cara bersikap, cara berperilaku, cara bertutur kata dan cara bertindak kita yang baik dan benar serta menyenangkan hati Tuhan dan sesama. Semoga demikian 🙏🙏