Kekuatan Doa Dapat Mengubah Segala Sesuatu

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende.

SEMANGAT PAGI, dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan tentang Yesus Berjalan Di atas Air (Mat. 14: 22 – 36).

Yesus berjalan di atas air, bukan untuk sebuah pertunjukan akrobatik, melainkan untuk menunjukkan bahwa Ia sungguh Allah. Hal itu dilakukan oleh Yesus setelah Dia berdoa seorang diri di sebuah bukit, sesudah Ia melakukan karya pelayanan Nya. Kekuatan doa Nya mampu melihat situasi yang sedang dialami oleh para murid Nya. Maka, Ia berinisiatif menghampiri perahu para murid Nya yang sedang di ombang ambingkan karena angin sakal, dengan berjalan di atas air.

Sebagai Allah, Dia bertindak dengan cepat dengan berjalan di atas air demi menyelamatkan para murid Nya. Dan dalam situasi yang kalut, reaksi para murid Nya, mengira bahwa Ia adalah hantu. Namun, Yesus Yesus segera menyapa mereka ” _Tenanglah! Akulah ini, jangan takut!_”.

Walau demikian, Petrus tidak begitu yakin. Iman Petrus, termasuk teman temannya, masih goyah. Petrus berkata ” _Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada Mu, dengan berjalan di atas air. Kata Yesus ” _datanglah!_”. Namun, karena dirasakan nya tiupan angin kencang, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam, lalu berteriak: ” _Tuhan, tolonglah aku!_”. Lalu, segera Yesus mengulurkan tangan Nya, memegang dia dan berkata ” _orang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang?_”. Inilah gambaran hidup dan kehidupan kita manusia.

Bahwa hidup kita ini ibarat sedang mendayung perahu dilautan lepas, menuju pelabuhan yang dituju, yakni Surga. Dan dalam mendayung perahu kehidupan kita ini, terkadang ada angin sakal yang menghambat laju perahu kita, berupa berbagai macam beban, atau persoalan hidup keluarga, komunitas, ekonomi, pekerjaan, dllnya. Dan dalam situasi yang demikian, Yesus berinisiatif datang menghampiri perahu kita, namun karena pikiran dan hati kita sedang kalut, akhirnya kita tidak mampu merasakan dan mengenal Nya. Dia bahkan menyapa kita ” _Tenanglah! Akulah ini, jangan takut_”. Bahkan Dia juga selalu mengundang kita ” _marilah kepada Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepada mu_(Mat. 11: 28).

Pertanyaannya adalah ” _apakah kita mendengarkan suara Tuhan ketika Dia menyapa kita ” _tenanglah! Akulah ini, jangan taku!. Atau ketika Dia mengundang kita untuk datang kepada Nya, saat kita mengalami berbagai macam angin sakal kehidupan, berupa berbagai macam beban hidup yang mendera?_”. Dan tentunya, sapaan dan ajakan Tuhan, di jawab melalui sikap PERCAYA dan dalam DOA. Sebab, Dia hanya ada sejauh DOA kita. Dan Dia mengingatkan kita para murid Nya ” _orang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang?_*. Maka, *mari kita menyerahkan diri secara total kepada Nya melalui IMAN & PERCAYA dan dalam DOA.

Sebab, kekuatan DOA seorang beriman yang tulus, dan khusuk kepada Tuhan, dapat mengubah segala sesuatu*. Semoga demikian 🙏🙏