Iman Di Uji Supaya Murni.

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende.

SEMANGAT PAGI, dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan tentang Perempuan Kanaan Yang Percaya (Mat. 15: 21 – 28).

Berkat iman dan kepercayaannya kepada Yesus, anak perempuannya yang kerasukan setan dan sangat menderita, menjadi sembuh. Namun, tidak mudah bagi perempuan Kanaan itu untuk mendapatkan rahmat kesembuhkan bagi puterinya yang kerasukan setan dan sangat menderita.

Iman perempuan Kanaan itu diuji oleh Yesus untuk melihat kesungguhan iman dan kepercayaannya kepada Yesus, walau dengan sebutan anjing. Tetapi, sebutan anjing bukanlah sebuah penghinaan, sebab sebutan untuk orang di luar suku Israel adalah anjing. Sehingga perempuan Kanaan itu pasti tidak tersinggung, sebab memang dia bukan termasuk orang Israel. Namun demikian, walau kelihatannya Yesus tidak mau peduli dengan perempuan Kanaan itu, yang menyembah Dia dan memohon kepada Nya, tetapi perempuan Kanaan itu sedikit pun tidak menyerah dan tidak mundur, hanya demi kesembuhan anak perempuannya.

Bagi ibu itu, anaknya adalah segalanya, walau dia di katain anjing sekali pun oleh Tuhan Yesus. Namun, itulah cara Tuhan mendidik serta menguji iman dan kepercayaan manusia. Dan ternyata perempuan Kanaan itu lulus ujian imannya, malahan dipuji oleh Yesus, dengan berkata ” _hai ibu, sungguh besar iman mu! Terjadilah bagimu seperti yang kau kehendaki. Dan seketika itu juga anaknya sembuh_”*.

Bagaimana dengan kita? *Seperti perempuan Kanaan itu, sering kali iman kita pun diuji oleh Tuhan. Ketika kita berdoa untuk memohon sesuatu, kita frustrasi karena doa kita tidak dikabulkan oleh Tuhan. Akibatnya, bisa jadi kita menjadi malas berdoa, malas beribadah, malas ikut kebaktian, malas ikut Ekaristi Kudus. Oleh karena itu, bacaan Injil hari ini kiranya dapat menginspirasi kita bagaimana keteguhan dan kesetiaan serta kesabaran perempuan Kanaan itu, dalam mengikuti ujian imannya oleh Tuhan Yesus. Dan ternyata keteguhan, kesetiaan dan kesabarannya membuahkan hasil.

Tuhan menaruh belas kasih kepadanya, sehingga anak perempuannya sembuh. Maka, mari kita belajar dari perempuan Kanaan itu, untuk teguh, setia dan sabar dalam ujian dari Tuhan. Sebab, bisa jadi Tuhan tidak segera mengabulkan doa kita, untuk menguji keteguhan, kesetiaan dan kesabaran kita. Dan ingatlah bahwa rencana dan kehendak Tuhan jauh lebih indah, dari rencana dan kehendak kita*.

Amin 🙏🙏