Doa dapat Mengubah Segala Sesuatu

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende.

SEMANGAT PAGI, pada hari ini gereja katolik sejagat merayakan Yesus Menampakkan Kemuliaan Nya. Dan bacaan Injil hari ini dikisahkan tentang Yesus Dimuliakan Di atas Gunung (Luk. 9: 28b – 36).

Peristiwa ini sering juga disebut dengan transfigurasi. Jadi, transfigurasi adalah peristiwa dimana Yesus dimuliakan di gunung, serta bertemu dengan Musa dan Elia. Dan yang perlu digarisbawahi adalah bahwa Yesus mengalami transfigurasi, ketika Ia sedang berdoa, yakni Yesus berubah, muka Nya bercahaya dan pakaian Nya menjadi putih berkilau kilauan. Hal ini merupakan puncak spiritualitas dari Yesus.

Namun, yang menarik adalah saat Yesus mengalami transfigurasi, tampak dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Musa adalah simbol hukum Taurat dan Elia adalah mewakili para nabi atau pun kitab para nabi. Dan Yesus datang untuk menggenapi atau menyempurnakan dua simbol itu. Sedangkan cahaya kemuliaan yang memancar dari wajah Yesus itu untuk memberikan makna kepada ketiga rasul:*

_pertama_ *sisi Ke Allah an Yesus. Ketiga rasul itu ialah Petrus, Yohanes dan Yakobus tentunya merupakan perwakilan dari para murid Yesus yang menyaksikan transfigurasi Kristus, bahwa Yesus adalah sungguh Manusia dan sungguh Allah*. _kedua_ *bahwa dibalik peristiwa yang menyedihkan yang akan dialami Yesus, yakni penyaliban akan membawa kemenangan, kemuliaan bahkan keselamatan dan kebangkitan. Bahwa kemuliaan yang dialami oleh Yesus di gunung tabor akan menjadi nyata saat Yesus di salibkan di gunung kalvari*. Ingatlah, tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan.

Bagaimana dengan kita? *Kita pun akan mengalami transfigurasi, ketika kita sungguh sungguh berdoa. Artinya bahwa buah dari doa kita yang sungguh sungguh nan khusuk, harus tampak dalam perubahan cara hidup, cara bersikap, cara berperilaku, cara bertutur kata dan cara bertindak kita yang baik dan benar. Namun, sebaliknya jikalau kita sungguh sungguh berdoa nan khusuk, tetapi tidak berbuah atau tidak tampak dalam cara hidup, cara bersikap, cara berperilaku, cara bertutur kata dan cara bertindak dalam hidup sehari hari, maka kita adalah seorang munafik*.

Maka, *mari kita memancarkan cahaya atau terang kepada sesama lewat cara hidup, cara bersikap, cara berperilaku, cara bertutur kata dan cara bertindak yang baik dan benar,sebagai buah dari doa kita yang sungguh sungguh nan khusuk*.

Semoga. Selamat Berakhir Pekan 🙏🙏