Siapa Yesus Menurut Saya?

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende.

SEMANGAT PAGI, pada hari ini gereja katolik sejagat memperingati Santo Padre Pio dari Pietrelcina, Imam. Dan bacaan Injil hari ini dikisahkan tentang Pengakuan Petrus (Luk. 9: 18 – 22).

Sebelumnya, Yesus mengajukan sebuah pertanyaan kepada para murid Nya, tentang siapakah Dia, menurut kata orang banyak? Yesus bertanya kepada mereka, ” _kata orang banyak, siapakah Aku ini?_”. Mereka menjawab berdasarkan kata orang banyak, yakni: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: salah seorang nabi dari zaman dulu, telah bangkit.

Sepertinya Yesus tidak puas dengan kata orang banyak itu. Maka, Dia bertanya lagi, menurut kalian, ” _siapakah Aku ini!_”. Dengan bertanya demikian kepada para murid Nya, Yesus mau mengetahui pengalaman mereka ada bersama Nya. Ini penting, sebab jangan sampai para muridNya mengikuti Yesus hanya sekedar ikut, tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Dan Petrus mewakili para murid yang lain menjawab kepada Yesus: ” _Engkaulah Kristus dari Allah_”. Jawaban Petrus, sangat tepat, namun Yesus melarang mereka memberitakan hal itu kepada siapapun. Mengapa Yesus melarang mereka? Karena saatnya belum tiba, jawaban seperti yang Dia jawab kepada ibu Nya saat perkawinan di Kana, ketika tuan pesta kehabisan anggur.

Kalau kita lihat dan dengar, jawaban banyak orang dan jawaban para murid Yesus dengan pertanyaan yang sama, sangat berbeda. Jawaban orang banyak lebih mengarah kepada sisi kemanusiaan Yesus, karena memang orang banyak mungkin hanya melihat sepintas atau juga mungkin hanya mendengar cerita atau kata orang juga. Sedangkan jawaban para murid yang diwakili oleh Petrus lebih kepada sisi ke Allah an Yesus, sebab para murid Yesus tidak hanya mengenal Yesus, tetapi lebih dari itu, mereka mengalami dan selalu ada hidup bersama Yesus.

Bahwa Yesus, tidak hanya sebagai Manusia, tetapi Dia juga adalah Allah yang menjelma menjadi Manusia*. Lalu, bagaimana dengan jawaban kita, ketika pertanyaan yang sama, Yesus tanyakan kepada kita masing-masing? *Tentunya jawaban kita berbeda-beda, sesuai dengan pengalaman kerohanian atau spiritualitas kita, dalam menjalin relasi yang intim dan intens dengan Nya. Dan pengalaman pengalaman itu, tentunya adalah pengalaman dan peristiwa iman akan campur tangan Tuhan Yesus.

Namun, pertanyaannya adalah adakah kita merasakan dan dan mengalami kehadiran Tuhan Yesus dalam setiap pengalaman dan peristiwa hidup kita? Dua berkata: ” _Jangan takut, sebab Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman_”*.

Amin 🙏🙏