Kita Harus Menjadi Tanah Yang Baik

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende.

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 13: 18 – 23, yakni Perumpamaan Tentang Seorang Penabur. Bacaan Injil hari ini merupakan kelanjutan dari perikop Injil hari kemarin. Melalui bacaan Injil hari ini Yesus menjelaskan arti perumpamaan seorang penabur, yang menabur benih dengan media yang berbeda beda, yakni ada yang jatuh dipinggir jalan, ada yang ditaburkan ditanah yang berbatu batu, ada yang ditaburkan di tengah semak duri, dan ada yang ditaburkan di tanah yang baik yang menghasilkan buah yang seratus, enam puluh dan tiga puluh ganda.

Dari keempat jenis tanah ini, kita kira² jenis tanah yang mana? Jadi, bukan soal benihnya, melainkan jenis tanahnya. Dan tanah disini adalah mata: bisa mata inderawi, bisa mata hati kita, pendengaran kita dan pikiran kita. Bahwa benih yang adalah firman Tuhan akan tumbuh dan berkembang, serta berbuah banyak, manakala mata inderawi, mata hati, pendengaran dan pikiran kita, terbuka untuk menerima, untuk meresapkan, merenungkan dalam hati, menangkap dengan pikiran: pesan, makna dari Firman Tuhan itu, dan akhirnya kita menghayati firman Tuhan itu dalam hidup harian kita dengan baik. Maka itu sama dengan benih yang ditaburkan di tanah yang baik, yang menghasilkan buah 100, 60 dan 30 ganda.

Oleh karena itu, sebagai murid Yesus, hendaklah kita harus menjadi tanah yang baik, tanah yang subur, dan tanah yang berhumus, sebagai media yang baik untuk bertumbuh dan berkembangnya benih yang baik, yakni Firman Tuhan.

Semoga demikian!!