Ulurkanlah Tanganmu

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende.

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 6: 6 – 11, yakni tentang Yesus Menyembuhkan Orang Pada Hari Sabat. Dan orang yang disembuhkan oleh Yesus adalah seorang yang mati tangan kanannya. Hal ini mendapat reaksi keras dari ahli ahli Taurat dan orang orang Farisi untuk menyalahkan Yesus. Tetapi, sebagai Allah Dia tahu apa yang dipikirkan oleh ahli ahli Taurat dan orang orang Farisi. Oleh karena itu, Yesus berkata kepada orang yang mati tangan kanannya: ” bangunlah dan berdirilah di tengah”. Lalu Yesus bertanya kepada ahli ahli Taurat dan orang orang Farisi: ” manakah yang diperbolehkan pada hari sabat, berbuat baik atau berbuat jahat?

Menyelamatkan orang atau membinasakannya?”. Lalu Yesus berkata kepada orang yang mati tangan kanannya itu: ” ulurkanlah tanganmu, dan sembuhlah ia”. Dalam bacaan Injil hari ini, tidak disebutkan siapa nama orang yang mati tangan kanannya itu. Oleh karena itu, bisa jadi orang yang mati tangan kanannya itu adalah kita. Ketika tangan kita, enggan untuk berbuat baik, ketika tangan kanan kita mati, tidak bisa terulur untuk memberikan pertolongan atau memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.

Maka, Yesus berkata kepada kita: ” ulurkanlah tanganmu”. Dengan penuh iman dan kepercayaan, kita yakin bahwa Yesus menyembuhkan tangan kanan kita yang mati, sehingga kita menjadi ringan tangan untuk menolong, untuk membantu sesama yang perlu dibantu atau ditolong dalam kesusahan atau kesulitan hidup.

Akhirnya, Yesus meminta kita yang tangan kanan mati, sehingga tidak bisa bergerak untuk berbuat baik, untuk membantu atau menolong sesama agar diulurkan, untuk disembuhkan oleh Yesus.

Semoga demikian!!