Tuhan Mengutus Para Murid Nya Berdua Dua

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende.

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!

Pada hari ini gereja katolik sejagat merayakan Pesta Santo Lukas, Penulis Injil. Dan renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 10: 1 – 9, yakni tentang Yesus Mengutus Tujuh Puluh Murid. Mereka diutus oleh Yesus berdua dua, tentunya memiliki makna: pertama: pentingnya kerjasama sebagai sebuah timkedua: ada teman untuk berdiskusi, teman untuk ngobrol, teman untuk berbagi. ketiga: bisa untuk saling meneguhkan, menguatkan, saling mengisi kekurangan dan kelebihan. keempat: perlu kolaborasi, sehingga tidak jatuh ke dalam kecenderungan mencari popularitas diri. kelima: Tantangan perutusan berat, maka bersama sama bekerja, atau bekerja bersama sama sebagai sebuah tim pasti bisa mengatasi tantangan tersebut.

Selain, Yesus mengutus para murid Nya berdua dua, juga Yesus melarang para murid Nya untuk: membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut dan melarang memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Pertanyaannya adalah mengapa Yesus melarang para murid Nya? pertama: agar para murid Nya fokus pada tugas perutusan yang diberikan oleh Yesus. kedua: apa yang dilarang oleh Yesus, banyak kali menjadi kecenderungan manusia yang menghambat, yang membebani tugas perutusan seorang utusan. Sebab, Tuhan sudah menyiapkan semuanya itu. Dia bersabda: ” sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya”. Jadi, tidak perlu ribet dengan hal hal yang duniawi. Dan lebih dari itu, kita yakin dan percaya bahwa Tuhan sendiri turut serta dalam tugas perutusan Nya itu.

Bagaimana dengan kita? Sebagai murid dan pengikut Yesus, kita pun menerima tugas perutusan yang sama dari Yesus, untuk mewartakan kabar gembira atau Injil atau kerajaan Allah sudah dekat dan bahkan sudah ada ditengah tengah kita, melalui Roh Kudus Nya, juga melalui kehadiran kita, melalui orang yang malang nasibnya, kaum papa dan miskin, juga melalui alam ciptaan Nya.

Pesan Yesus kepada tujuh puluh murid Nya, juga berlaku untuk kita para murid dan pengikut Nya masa kini, yakni: pertama: fokus pada tugas perutusan kita masing-masing, yakni melalui tugas yang kita emban, pekerjaan, profesi dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita masing-masing. kedua: Mengingat tantangan berat yang dihadapi dalam tugas perutusan, maka kita perlu kerjasama tim atau kolaborasi untuk menghadapi dan mengatasi tantangan tersebut. Karena bersama kita pasti bisa dan tentunya dengan bantuan dan pertolongan dari Tuhan.

Semoga demikian!!