Mengapa Tidak Dapat Menilai Zaman Ini?

Frater

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende.

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan! Jangan lupa untuk bahagia.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 12: 54 – 59, yakni tentang Menilai Zaman. Yesus mengecam orang banyak yang dapat menilai fenomena alam, tetapi sayangnya tidak dapat zaman ini. Oleh karena itu, orang bisa melihat gejala atau tanda-tanda atau fenomena alam, namun mereka tidak dapat melihat Yesus yang adalah Sang Juruselamat telah datang. Lalu Yesus menantang mereka dengan sebuah pertanyaan mengapakah engkau tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Maka, memang sangat dibutuhkan sebuah discernment, ditengah zaman yang semakin berkembang. Sebagai seorang murid Yesus, kita dipanggil untuk dapat menilai zaman ini. Dan dengan menilai zaman ini, tentunya kita tidak terlepas dari kasih Allah yang selalu mencintai dan mengasihi kita. Dan Allah yang mencintai dan mengasihi kita itu, selalu memberikan Roh Kudus Nya, agar kita memiliki kemampuan untuk menilai zaman ini, tempat kita tinggal dan hidup.

Maka, mari kita membagikan Kasih Allah itu kepada sesama. Sebab, dimana ada kasih dan cinta, di situ Allah hadir. Atau Ubi Caritas Et Amor, Deus Ibi Est. Oleh karena itu, semoga kita semakin menyadari bahwa kita adalah tanda kehadiran Allah. Sebagai tanda, maka kita harus memiliki kepekaan serta menyadari kehadiran Tuhan dalam seluruh sejarah hidup kita.

Semoga demikian!!