Beroleh Hidup Yang Kekal

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende.

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu bahagia.

Pada hari ini gereja katolik sejagat memperingati Arwah Semua Orang Beriman. Dan renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 6:37 -40, yakni tentang Roti Hidup. Pertanyaan adalah siapakah Roti Hidup itu? Roti Hidup itu adalah adalah Yesus yang telah turun dari Surga. Dia datang ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan kita manusia dari kebinasaan akibat dosa. Dia datang bukan atas kehendak Nya sendiri, melainkan untuk melaksanakan kehendak Bapa Nya. Kehendak Bapa Nya adalah supaya dari semua yang telah diberikan Nya kepada Yesus, jangan ada yang hilang, tetapi supaya dibangkitkan Yesus pada akhir zaman. Namun, tidak serta merta dibangkitkan, melainkan ada syaratnya. Syaratnya adalah melihat Anak, menerima Dia dan percaya kepada Nya akan beroleh hidup yang kekal dan akan dibangkitkan oleh Yesus pada akhir zaman. Dan sebaliknya, jika tidak mau melihat Nya, tidak mau menerima Nya, dan tidak mau percaya kepada Nya, maka kita tidak akan beroleh hidup yang kekal dan Yesus tidak akan membangkitkan kita pada akhir zaman. Itu artinya Dia akan mencampakkan kita ke neraka. Bagaimana dengan orang tua, anggota keluarga, sanak saudara, sahabat dan kenalan kita yang arwahnya kita kenangkan hari ini.

Kita yakin dan percaya bahwa selama hidupnya di dunia ini, mereka semua telah melihat dan menerima Yesus dengan mata imannya dan mereka telah percaya kepada Nya, dan dengan iman pula kita yakin mereka telah beroleh hidup yang kekal di surga. Dan kiranya kita sebagai gereja yang sedang berjuang, berkat iman dan kepercayaan kita kepada Yesus yang adalah Allah yang menjelma menjadi Manusia, maka kelak kita pun akan beroleh hidup yang kekal. Itu artinya kita akan dibangkitkan oleh Yesus yang telah lebih dulu telah bangkit sebagai Allah.

Namun, bagi kita sebagai gereja yang sedang berjuang di dunia ini, iman dan percaya saja tidak cukup, melainkan kita harus bisa mewujudkan iman dan kepercayaan itu dalam perbuatan perbuatan baik kita, agar kelak kita akan berkumpul bersama semua orang kudus dan orang tua, anggota keluarga, dan sahabat serta kenalan kita, yang telah mendahului kita.

Semoga demikian!!