Do Ut Des

Frater

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende.

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu bahagia!

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 14: 12 – 14, yakni tentang Siapa Yang Harus Diundang. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus diundang makan oleh orang Farisi. Kesempatan ini digunakan oleh Yesus untuk mengajarkan dan memberikan pencerahan kepada orang Farisi tentang perbuatan baik. Yesus bersabda: ” bila engkau mengadakan perjamuan, janganlah mengundang sahabat sahabatmu, saudara saudaramu, kaum keluargamu, atau tetangga tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula, dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.

Tetapi bila engkau mengadakan perjamuan, undangan lah orang orang miskin, cacat, lumpuh, dan buta. Maka engkau akan bahagia, karena mereka tidak mempunyai apa apa untuk membalas engkau. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang orang benar”. Ajaran dan nasihat Yesus ini, tidak hanya ditujukan kepada orang orang Farisi, tetapi juga untuk kita para murid Nya di zaman sekarang ini. Mengapa demikian? Sebab, pada umumnya, kecenderungan kita manusia untuk selalu balas budi. Saya mengundang engkau, dengan harapan engkau akan mengundang saya. Atau ada ungkapan latin: Do Ut Des, yang artinya saya memberi supaya aku diberi. Jadi, ada unsur balas budi.

Apakah itu salah? Tidak juga. Tetapi, yang dimaksudkan oleh Yesus adalah motivasinya, niatnya tulus atau tidak?: Dan lebih jauh dari itu adalah nilai yang dikejar, yakni ketika kita tulus mengundang, tulus memberi kepada orang miskin, orang cacat, orang lumpuh dan orang buta, maka kita akan memperoleh kebahagiaan hidup diakhirat atau keselamatan hidup di akhirat.

Semoga demikian!!