Berjaga-jagalah, Sebab Kamu Tidak Tahu Hari Maupun Saatnya

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu bahagia! Pada hari ini kita memasuki hari Minggu biasa XXXII.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 25: 1 – 13, yakni tentang Gadis Gadis Yang Bijaksana Dan Gadis Gadis Yang Bodoh. Nuansa bacaan Injil hari ini, tentang akhir zaman atau akhirat atau parousia. Ada dua sikap manusia dalam menyongsong akhir zaman atau akhirat atau parousia itu, yang diwakili oleh 10 gadis, yakni 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh. Lima (5) gadis bijaksana mewakili manusia yang selalu siap siaga atau selalu berjaga-jaga menyongsong akhir zaman atau akhirat atau parousia itu.

Kesiapan mereka diwujudkan dengan selain membawa pelita, tetapi juga membawa minyak. Dari pengalaman sehari-hari kita tahu bahwa pelita hanya akan menyala kalau ada minyak. Disinilah letak kebijaksanaan 5 gadis itu. Minyak adalah simbol keadaan rohani (doa), juga simbol perbuatan perbuatan baik, yang selalu memancarkan cahaya Tuhan. Bagi orang yang seperti ini, kerajaan Allah sangat terbuka dan akan menikmati perjamuan bersama pengantin Surgawi, yakni Yesus Kristus. Sedangkan 5 gadis yang bodoh, hanya membawa pelita, tetapi lupa atau tidak membawa minyak. Disinilah letaknya kebodohan mereka, yakni tidak atau lupa membawa minyak. Tidak atau lupa membawa minyak adalah simbol orang yang tidak memperhatikan hidup rohaninya (hidup doanya), tidak pernah melakukan perbuatan perbuatan baik. Oleh karena itu, tidak mungkin bisa memancarkan cahaya Tuhan, dan yang terjadi adalah kegelapan. Bagi 5 gadis bodoh itu, kerajaan Allah sangat tertutup. Dan Sang pengantin akan berkata: ” sesungguhnya aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kamu”.

Karena itu: ” berjaga jagalah, sebab kamu tidak tahu hari maupun saatnya”. Sudahkah kita berjaga-jaga? Mari kita menjawabnya dengan jujur. Semoga demikian.

Selamat Berhari Minggu!!