Menjadi Hamba Yang Baik

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Sprando.

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu bahagia! Pada hari ini gereja katolik sejagat memperingati Santa Sesilia, Perawan dan Martir.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 19: 11 – 28, yakni Perumpamaan Tentang Uang Mina. Dalam perjanjian baru, mina merujuk pada mata uang yang seharga 100 dinar (atau = upah pekerja harian selama 100 hari). Dan bacaan Injil hari ini sama persis dengan perumpamaan tentang talenta. Namun, dalam perumpamaan ini ada 10 orang hamba dan masing-masing diberi 1 mina. Sedangkan pada perumpamaan talenta tercatat 3 orang hamba, yang pertama diberi 5 talenta, yang kedua 2 talenta dan yang ketiga 1 talenta. Dan dalam perumpamaan tentang mina, hamba yang pertama diberi 1 mina dapat memperoleh laba 10 mina.

Atas usahanya itu, raja memberikan kuasa atas 10 kota kepada hamba yang telah menjalankan 1 mina dan menghasilkan 10 mina. Demikian pula dengan hamba yang kedua yang telah mengelola dan mengembangkan 1 mina menjadi 5 mina. Atas usahanya itu, sang raja memberikan kuasa 5 kota kepada hamba yang kedua. Hamba ketiga sama seperti hamba yang ketiga pada perumpamaan talenta, yang menggali lubang tanah untuk menyembunyikan 1 talenta yang dipercayakan kepadanya. Lalu, mencap majikan orang yang kejam.

Sedangkan dalam perumpamaan uang mina ini, hamba yang ketiga datang mengembalikan 1 mina yang disimpannya dalam sapu tangan, sambil menyalahkan tuannya sebagai orang yang keras, tuan yang mengambil apa yang tuan tidak pernah taruh, tuan menuai apa yang tuan tidak tuan tabur. Maka, marah lah tuan itu, dan membunuh semua lawannya, termasuk hamba ketiga tadi, yang dianggap sebagai hamba yang jahat. Namun, sayangnya tidak diceritakan nasib hamba yang ke 4 sampai hamba ke 10.

Dan bisa jadi, hamba ke 4 – 10 adalah diri kita. Dan jika itu adalah kita, bagaimana dengan kita? Apakah kita sebagai hamba yang baik atau hamba yang jahat? Hamba yang baik, berarti hamba yang telah mengelola dan mengembangkan 1 mina menjadi 10 mina, atau dari 1 mina menjadi 5 mina. Sedangkan hamba yang jahat adalah hamba yang menyimpan atau menyembunyikan 1 mina dan tidak memperoleh laba. Ingatlah pula bahwa kita telah dipercaya talenta, mina, berupa kemampuan, bakat dan keterampilan.

Maka tugas kita adalah mengelola dan mengembangkan kemampuan, bakat dan keterampilan, yang Tuhan anugerah kan kepada kita, agar bermakna dan bermanfaat bagi diri kita sendiri, dan sesama, serta demi untuk memuliakan Tuhan.

Semoga demikian!!