Yesus Menangisi Kota Yerusalem

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK

♦Renungan oleh:Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Sprando

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu bahagia!

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 19: 41 – 44, yakni tentang Yesus Dielu Elukan Di Yerusalem. Yerusalem, adalah kota suci. Dan Bait Allah hanya ada di kota Yerusalem. Dan karena merupakan kota suci atau Bait Allah, maka setiap perayaan hari besar pasti ke Yerusalem, tak terkecuali Yesus. Ketika Yesus mendekati kota Yerusalem, Ia melihat kehidupan orang orang di sana sangat bobrok. Aura kota Yerusalem sebagai kota suci, Bait Allah, menjadi tidak tampak. Atau dengan kata lain awan gelap menyelimuti kota suci Yerusalem. Kehidupan umatnya menjadi tidak karuan. Bait Allah menjadi tempat berjualan, menjadi sarang penyamun. Itulah alasannya mengapa Yesus menangisinya. Dan Bait Allah yang ada di Yerusalem adalah juga simbol diri Yesus. Dia bersabda: rombak bait Allah ini, dan dalam 3 hari Aku akan membangunkannya kembali, merujuk pada hari kebangkitan Nya.

Demikian pula tubuh kita adalah Bait Roh Kudus. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Korintus: atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Korintus 6:19-20). Jadi, mari menjaga diri kita dengan baik, agar Yesus tidak menangis karena kelalaian dan kelemahan kita.

Semoga demikian!!