Langit Dan Bumi Akan Berlalu, Tetapi Sabda Ku, Takkan Berlalu

Frater

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan! Pada hari ini gereja katolik sejagat memperingati Beato Dionisius dan Redemtus, Biarawan dan Martir Indonesia.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 21: 29 – 33, yakni Kedatangan Anak Manusia, Perumpamaan Tentang Pohon Ara. Kita manusia memiliki kemampuan untuk membaca fenomena alam. Namun, kita tidak mampu untuk membaca kedatangan Anak Manusia pada akhir zaman atau akhirat atau parousia. oleh karena itu, sikap berjaga-jaga atau siap siaga adalah sikap yang bijak. Namun, tidak cukup hanya dalam narasi saja, melainkan sikap berjaga-jaga atau siap siaga itu, diwujudkan dalam aksi, melalui membaca dan merenungkan sabda Tuhan. Sabda Tuhan, selalu relevan dan aktual untuk segala zaman serta kekal abadi. Mengapa? Karena Sabda Allah adalah Allah sendiri yang hadir dalam diri Yesus Kristus. Dia adalah Sabda yang telah menjadi Manusia, dan tinggal diantara kita manusia.

Dia bersabda: ” langit dan bumi akan berlalu, tetapi Sabda Ku takkan berlalu”. Maka, mari kita selalu membaca dan merenungkan Sabda Tuhan, yang adalah pedoman hidup kita. Dan sabda Mu Tuhan, adalah Roh dan kehidupan (bdk. Yohanes 6: 68). Amin.