Yang Terkecil Dalam Kerajaan Surga, Lebih Besar Dari Pada Yohanes Pembaptis

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu bahagia! Pada hari ini gereja katolik sejagat memperingati Santo Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 11: 11 – 15, yakni tentang Yesus Dan Yohanes Pembaptis. Keduanya merupakan tokoh besar dalam perjanjian baru. Sejak dalam kandungan ibunya, mereka sudah saling kenal. Keduanya masih sepupu. Saat Elisabet mengandung Yohanes Pembaptis, Maria bersama Yesus yang ada di dalam rahim Maria, pergi mengunjungi Elizabeth. Saat masuk rumah Zakaria dan memberi salam kepada Elisabet, maka Yohanes Pembaptis melonjak kegirangan didalam rahim Elisabet. Ia melonjak kegirangan, karena ia berjumpa dengan Tuhan Yesus yang ada di dalam rahim Maria. Itulah untuk pertama kalinya mereka berjumpa.

Yohanes pembaptis adalah utusan Allah, sebagai perintis jalan bagi kedatangan Yesus yang adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Dia adalah orang yang berseru seru dipadang gurun, luruskanlah jalan bagi Tuhan, dan mewartakan pertobatan. Yohanes pembaptis adalah sosok yang rendah hati, yang bersahaja dan sederhana. Dia orang yang tahu diri, bahwa dia hanyalah seorang utusan. Dia bukan Mesias yang dijanjikan. Dia hanyalah seorang perintis jalan bagi kedatangan Sang Juruselamat dunia. Membungkuk untuk membuka tali kasut Nya pun, dia tidak layak. Oleh karena itulah, Yesus memuji Yohanes Pembaptis.

Dia berkata: ” sesungguhnya diantara mereka yang dilahirkan oleh perempuan, tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Namun yang terkecil dalam kerajaan Surga, lebih besar dari padanya”. Yang dimaksudkan yang terkecil dalam kerajaan Surga adalah diri Yesus sendiri sebagai Sang Juruselamat dunia. Yohanes pernah berkata: ” Yesus harus makin besar dan aku harus makin kecil”…(Yohanes 3: 30). Bagaimana dengan kita? Sebagai murid dan pengikut Yesus, kita harus belajar dari Yohanes Pembaptis, yang rendah hati, yang bersahaja dan sederhana, yang tahu diri, yang tahu posisi, dan yang tahu tugasnya.

Yohanes pembaptis tidak pernah iri hati, tidak pernah cemburu, tidak pernah mencari popularitas dirinya. Dia tidak pernah memusuhi dan membenci Yesus. Dia tidak pernah mempunyai keinginan untuk menyingkirkan Yesus atau berusaha untuk menjatuhkan Yesus. Dia mengakui kehebatan Yesus yang adalah Tuhan. Dia sangat respect kepada Yesus. Ia harus makin besar dan aku harus makin kecil, demikian kata Yohanes Pembaptis. Semoga sikap Yohanes Pembaptis dapat menginspirasi kita.

Mudah mudahan!!