Jangan ingat Diri

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu bahagia!

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 20: 17 – 28, yakni tentang Pemberitahuan Ketiga Tentang Penderitaan Yesus Dan Permintaan Ibu Yakobus dan Yohanes Bukan Memerintah Melainkan Melayani. Di saat Yesus hendak menghadapi penderitaan Nya, malahan ibu Yakobus dan Yohanes anak anak Zebedeus, meminta kepada Yesus agar kedua anaknya kelak boleh duduk di sebelah kanan dan kiri dalam kerajaan Yesus. Ibu dan anaknya Yakobus dan Yohanes berpikir sangat duniawi. Mereka berpikir kerajaan Surga sama seperti kerajaan dunia. Tetapi, itulah keterbatasan cara berpikir mereka. Namun, yang sangat disayangkan adalah harusnya mereka berempati dengan Yesus yang akan menghadapi penderitaan, tetapi kenyataannya mereka terlalu ingat diri. Mereka fokus memikirkan diri mereka sendiri, jabatan, posisi dan tidak peduli dengan Yesus yang akan menghadapi penderitaan. Mereka ingat diri.

Bagaimana dengan kita? Adakah kita juga dalam kehidupan bermasyarakat, kita selalu ingat diri, egois, tanpa peduli dengan situasi disekitar kita, khususnya mereka yang menderita? Dan dimasa Prapaskah ini, baiklah kita membaharui diri, agar kita lebih peka dengan situasi disekitar kita dan tidak hanya ingat diri. Apalagi dewasa ini, banyak orang yang berambisi untuk berkuasa untuk suatu kedudukan atau posisi atau menjadi pejabat atau pemimpin. Namun, Yesus ingatkan agar menjadi pemimpin yang melayani, sebagaimana Yesus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, lebih khusus mereka yang terpinggirkan atau kaum marginal.

Semoga demikian.