Melakukan Banyak Perbuatan Baik

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk, M. Pd

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu bahagia!

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 7: 1 – 2. 10. 25 – 30, yakni tentang Yesus Pergi Ke Yerusalem Untuk Hari Raya Pondok Daun. Hari raya pondok daun adalah Hari Raya Yahudi yang merupakan perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen yang dirayakan selama tujuh hari pada bulan purnama di antara bulan September dan Oktober. Sebagai orang Yahudi, Yesus pergi ke sana, namun dengan diam diam, karena orang Yahudi ingin membunuh Nya. Namun, walaupun demikian, masih banyak orang yang mengenal Yesus. Orang Yahudi mau membunuh Yesus, hanya karena Yesus menyebut Allah sebagai Bapa Nya. Padahal, andai hati dan pikiran mereka terbuka untuk melihat perbuatan baik yang dilakukan oleh Yesus, maka sesungguhnya perbuatan baik berupa berbagai mukjizat yang dilakukan Nya, menunjukkan bahwa Dia adalah Anak Allah. Mengapa? Sebab, tidak ada manusia biasa yang bisa melakukan mukjizat yang sangat luar biasa itu, kecuali Allah. Tetapi, faktanya demikian, walau Yesus banyak melakukan perbuatan baik, tetap saja dicurigai, di tolak dan tidak diakui sebagai Anak Allah. Bagaimana dengan kita? Adakah perbuatan baik yang kita lakukan selalu dicurigai, tidak diakui atau tidak diterima? Dan apa pun itu, tetaplah berbuat baik.

Seperti kata kata bijak bunda Teresa: ” hal yang baik yang anda lakukan hari ini mungkin saja akan dilupakan besok. Sekalipun begitu, berbuat baiklah apa pun yang terjadi”. Walau perbuatan baik, yang kita lakukan tidak dihargai, tidak dibalas, dengan ucapan terima kasih, tetaplah berbuat baik, sebab kita lakukan nya untuk Tuhan. Semoga demikian.