Tuhan, Basuhlah Pikiran, Hati, Dan Mulutku!

Frater

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu bahagia! Pada hari ini, gereja katolik sejagat memasuki tri hari suci, yang diawali dengan hari Kamis putih, yakni peringatan perjamuan Tuhan.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 13: 1 – 15, yakni tentang Yesus Membasuh Kaki Murid Murid Nya. Hal ini dilakukan oleh Yesus saat Ia mengadakan perjamuan malam terakhir bersama para murid Nya, sebelum Ia pergi dari dunia ini, untuk kembali kepada Allah Bapa Nya di Surga. Sebab, Ia tahu bahwa saatnya sudah tiba. Oleh karena itu, perjamuan malam terakhir yang dilakukan oleh Yesus bersabda para murid Nya, merupakan sebuah warisan yang berharga dan bernilai tinggi, yang akan selalu menjadi kenangan bersejarah hingga saat ini, yakni melalui perayaan atau perjamuan Ekaristi Kudus. Dan saat Yesus mengadakan perjamuan malam terakhir itu, ada sebuah momen yang UNIK dan MENARIK, yakni Yesus membasuh kaki para murid Nya? Membasuh kaki adalah pekerjaan seorang hamba. Pertanyaan adalah mengapa Yesus membasuh kaki para murid Nya, dan bukan tangan atau lainnya? Yang pasti ada pesan dan perintah, dibalik Yesus membasuh kaki para murid Nya.

Membasuh kaki sesungguhnya adalah tugas seorang hamba. Tetapi, Yesus melakukan itu, mau memberikan suatu teladan kepada para murid Nya, bahwa mereka harus saling melayani. Seperti, Yesus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Maka, pesan dan perintahnya adalah sebagai para murid Yesus, mereka juga harus dapat saling melayani, sebagaimana Yesus telah melayani mereka lewat membasuh kaki. Pesan dan perintah yang berikutnya adalah selain saling melayani, tetapi mereka juga harus bisa rendah hati. Yesus membungkuk membasuh kaki, merupakan teladan kerendahan hati. Lalu, mengapa membasuh kaki dan bukan tangan? Kaki berfungsi untuk berjalan, itu artinya lambang peziarahan kita. Kaki juga yang berfungsi untuk berjalan bersentuhan dengan tanah, bumi, debu, becek, kotor.

Oleh karena itu, Yesus membasuh kaki kita yang kotor, agar peziarahan kita untuk sampai ke rumah Bapa menjadi sebuah peziarahan yang suci, kudus. Itulah, sebabnya, mengapa Yesus membasuh kaki para murid Nya. Dan barangkali untuk kita yang hidup di zaman modern ini, mungkin tidak cuma kaki, tetapi juga mulut kita yang banyak kali kotor dengan kata kata yang kotor, jorok, kata kata fitnah, ejekan, cemoohan, kata kata dusta, bohong, hoax. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah meminta kepada Yesus untuk membasuh pikiran kita, yang penuh curiga, negatif, terhadap sesama dan membasuh hati kita yang penuh kebencian, kedengkian, dendam, membatu, sulit mengasihi dan mengampuni atau memaafkan. Akhirnya, pesan dan perintah Yesus adalah jika Aku,

Tuhan dan Guru mu, membasuh kakimu, maka kamu pun WAJIB saling membasuh kaki. Sebab, Aku telah memberikan suatu TELADAN kepadamu, supaya kamu juga melakukan SEPERTI yang telah Aku lakukan kepada mu. Semoga demikian. Selamat memasuki tri hari suci.