Makam Kosong

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu bahagia! Pada hari ini gereja katolik sejagat merayakan Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan.

Renungan hari ini, terinspirasi dari Injil Yohanes 20: 1 – 9, yakni tentang Kebangkitan Yesus. Hal ini diwartakan oleh Maria Magdalena, yang pagi pagi benar ketika hari masih gelap, ia pergi ke kubur Yesus. Tidak diceritakan apa tujuan Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus, tetapi yang pasti ia pergi untuk berdoa sambil mengurapi jenazah Yesus. Injil Yohanes menceritakan bahwa ia pergi seorang diri, berbeda dengan Injil Markus yang kita dengarkan semalam. Namun, itu tidak terlalu penting, yang terpenting adalah warta atau berita atau kesaksian Maria Magdalena, bahwa makam Yesus kosong. Maria Magdalena memang tidak sampai masuk ke dalam kubur Yesus, ia hanya melihat bahwa batu penutup telah diambil dari kubur. Dan karena panik, dan takut, Maria Magdalena berlari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Murid itu adalah Yohanes rasul.

Maria Magdalena berkata kepada mereka: ” Tuhan telah diambil orang dari kubur Nya, dan tidak tahu di mana Ia diletakkan”. Peristiwa batu penutup kubur terbuka, bagi Maria Magdalena, berarti sama dengan makam kosong, yang berarti pula jenazah Yesus telah diambil orang. Kepanikan bisa jadi pemicu, sehingga Maria Magdalena menyimpulkan sesederhana seperti itu. Dan itulah yang ia sampaikan kepada Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Murid itu adalah Yohanes rasul. Dan tanpa pikir panjang, setelah mendengar kabar dari Maria Magdalena, Simon Petrus dan murid yang lain itu, berlari bersama sama menuju ke tempat di mana Yesus di kuburkan. Namun, murid yang lain itu, lebih dahulu sampai di kubur Yesus, dan ia belum masuk hanya menjenguk ke dalam, dan melihat kain kafan terletak di tanah. Ia menunggu Simon Petrus sampai, dan memberikan kesempatan pertama untuk masuk.

Simon Petrus juga melihat kain kafan terletak di tanah, sedangkan kain peluh yang tadinya di kepala Yesus tidak terletak dekat kain itu, tetapi terlipat tersendiri di tempat lain. Baik Maria Magdalena maupun Simon Petrus, belum menangkap sedikit pun terkait peristiwa makam kosong, tempat Yesus dikuburkan. Namun, setelah murid yang lain itu masuk ke dalam kubur Yesus, ia melihat dan percaya bahwa makna dibalik makam kosong tempat Yesus di makamkan adalah Yesus sungguh sungguh sudah bangkit, dan tidak diambil orang, seperti yang diduga duga oleh Maria Magdalena. Sebab, Yesus sendiri telah memberitahukan kepada mereka, bahwa Anak Manusia akan diserahkan kepada para imam imam kepala dan ahli ahli ahli Taurat. Mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati, tetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan (Matius 20: 17 – 19).

Bagaimana dengan kita? Adakah kita seperti Maria Magdalena dan Simon Petrus, yang hanya melihat tanpa makna dari makam kosong tempat Yesus di kuburkan? Atau kah kita seperti murid yang lain, dalam hal ini Yohanes rasul, murid yang dikasihi Yesus yang bisa memahami dan menangkap makna dibalik makam kosong tempat Yesus di kuburkan? Bahwa makam kosong sama dengan Yesus telah bangkit? Dan memang itulah faktanya, bahwa Yesus sebagai Allah telah mengalahkan maut, maut tidak dapat menguasai dan mengalahkan ke Allah an Yesus. Dia sungguh sungguh bangkit sebagai yang sulung bangkit dari antara orang mati (Kolose 1: 18).

Dan akhirnya, ada beberapa pesan buat kita dari bacaan Injil hari ini: pertama: kita perlu belajar dari Maria Magdalena yang sangat mengasihi Yesus yang ditunjukkan lewat pergi ke kubur Yesus pagi pagi benar ketika hari masih gelap. Ia pergi untuk berdoa dan mengurapi jenazah Yesus, sebuah tindakan yang luar biasa dan sangat mengagumkan. Dan buah dari kerinduannya, dialah orang pertama yang melihat makam kosong tempat Yesus di kuburkan. kedua: kita juga perlu belajar dari Simon Petrus dan murid yang dikasihi Yesus, yang cepat tanggap terhadap warta dari Maria Magdalena. Mereka segera berangkat bergegas berlari bersama sama menuju ke kubur Yesus.ketiga: secara khusus kita belajar dari murid yang dikasihi Yesus, untuk melihat dan percaya dengan sungguh sungguh akan kebangkitan Yesus.

Sebab, barangsiapa percaya akan kebangkitan Yesus, ia pun akan dibangkitkan pada akhir zaman. Selamat pesta paskah, semoga paskah kebangkitan Kristus, menjadi paskah kebangkitan kita, kini dan kelak. Mudah mudahan.