Kamu Juga Harus Bersaksi

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Dan Sudahkah anda memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama? Jangan lupa untuk selalu bahagia. Semoga hari mu indah dan menyenangkan!

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 15: 26 – 16: 4a, yakni tentang Dunia Membenci Yesus dan Murid Murid Nya, Dan Bertekun. Yesus dalam amanat perpisahan Nya, meneguhkan para murid Nya, bahwa walau Dia meninggalkan mereka dan kembali kepada Bapa Nya di Surga, namun Dia akan mengutus Penghibur yakni Roh Kebenaran untuk memberikan kesaksian tentang jati diri Yesus, yakni bahwa Dia adalah Allah yang menjelma menjadi Manusia. Selain Roh Kebenaran yang diutus Nya yang berasal dari Bapa, Dia meminta para murid Nya, termasuk kita untuk bersama sama dengan Penghibur yakni Roh Kebenaran untuk memberikan kesaksian tentang jati diri Yesus lewat kebangkitan Nya yang menunjukkan bahwa Dia bukan lah Manusia biasa, melainkan Allah yang menjelma menjadi Manusia. Jadi, kita tidak sendirian dalam memberikan kesaksian tentang jati diri Yesus melalui kebangkitan Nya, melainkan bersama sama dengan Penghibur yakni Roh Kebenaran.

Pertanyaannya adalah apakah kita menyadari kehadiran Penghibur yakni Roh Kebenaran itu dalam diri dan hidup kita? Dan apakah hati kita terbuka untuk menerima kehadiran Penghibur yakni Roh Kebenaran itu? Dan untuk menerima kehadiran Penghibur yakni Roh Kebenaran itu, maka kita harus memiliki waktu dan selalu bertekun, untuk menjalin relasi yang intim dan intens dengan Yesus melalui Doa, Ibadat, Kebaktian dan Ekaristi. Jika kita tidak memiliki waktu dan tidak bertekun untuk menjalin relasi yang intim dan intens dengan Yesus, maka Penghibur yakni Roh Kebenaran yang akan bersama sama dengan kita dalam memberikan kesaksian tidak akan hadir dalam diri dan hidup kita. Oleh karena itu, kuncinya adalah menyiapkan waktu dan selalu bertekun dalam menjalin relasi yang intim dan intens dengan Yesus. Semoga demikian.