Percayakah Kamu Sekarang?

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Dan apakah anda sudah memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama yang paling dekat dengan kita dan yang kita jumpai? Jangan lupa untuk selalu bahagia. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 16: 29 – 33, yakni tentang Dukacita Yang Mendahului Kemenangan. Bacaan Injil hari ini merupakan kelanjutan dari perikop Injil hari Sabtu. Pada bagian akhir dari perikop Injil ini, Yesus meneguhkan hati para murid Nya bahwa konsekuensi menjadi murid Yesus adalah pasti akan menderita selama di dunia, namun Yesus telah mengalahkan dunia. Dan para murid Nya sudah semakin percaya kepada Sang Guru, yang sangat terang terangan mengatakan tentang jati diri Nya dan misi Nya. Oleh karena itu, Yesus berkata kepada para murid Nya: ” percayakah kamu sekarang?”.

Bagaimana dengan kita? Yesus bertanya juga kepada kita, percayakah kita, sekarang? Tidak ada kata terlambat untuk percaya kepada Yesus yang adalah Allah yang telah menjadi telah menjelma menjadi Manusia. Namun, percaya saja tidak cukup, melainkan kita wujudkan percaya kita itu, melalui tindakan nyata berupa rajin dan tekun dalam berdoa, beribadat, kebaktian dan Ekaristi, selalu dengan tidak jemu jemu berbuat baik, apapun itu, mengasihi yang memusuhi kita, mengampuni atau memaafkan orang yang telah melukai hati dan perasaan kita, dan kita pun harus dengan rendah hati meminta maaf, kalau kita telah melakukan kesalahan terhadap sesama. Semoga demikian.