Di Masa Datang Akan Menerima Hidup Yang Kekal

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Dan apakah anda sudah memberikan senyum, sapa, salam, kepada orang dekat anda dan mereka yang dijumpai di hari ini, dengan ramah, sopan dan santun? Jangan lupa untuk selalu bahagia. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 10: 28 – 31, yakni tentang Upah Mengikut Yesus. Hal ini ditanyakan oleh Petrus kepada Yesus. Petrus berkata kepada Yesus: ” kami ini telah meninggalkan segala sesuatu, dan mengikuti Engkau”. Yesus menjawab: ” barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak -anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki -laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak, dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal”. Inilah jawaban, sekaligus janji dan jaminan dalam mengikuti Yesus, yakni di masa datang akan menerima hidup yang kekal. Namun, tidak serta-merta akan menerima hidup yang kekal, kalau tidak mengasihi dan mencintai serta mengikuti Yesus secara total.

Dia bersabda: “barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku”… (Matius 10:37-38). Jadi, syarat untuk memperoleh hidup yang kekal adalah mengasihi dan mencintai Yesus di atas segalanya, atau menomorsatukan Yesus dalam hidup serta siap memikul salib. Tetapi, salib yang dipikul adalah salib seperti yang dipikul oleh Yesus, yang rela menderita demi kasih-Nya kepada kita manusia yang berdosa. Oleh karena itu, memikul salib yang dimaksudkan oleh Yesus adalah salib karena kita rela berkorban demi sesama, dan bukan salib karena kebodohan kita. Dengan demikian, kalau kita menderita karena kebodohan kita, maka itu bukan salib Yesus, melainkan salib kedua penjahat yang disalibkan bersama sama dengan Yesus.

Maka, mari kita mengasihi dan mencintai Yesus nomor satu dalam hidup kita, serta mengikuti-Nya secara total, sembari harus rela memikul salib seperti salib Yesus. Jika itu yang terjadi, maka di masa datang kita akan menerima hidup yang kekal. Semoga demikian.