Perumpamaan Tentang Kerajaan Allah

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Dan apakah anda sudah memberikan senyum, sapa dan salam kepada orang didekat anda dan mereka yang dijumpai di hari ini dengan ramah, sopan dan santun? Jangan lupa untuk selalu bahagia. Dan semoga harimu indah dan menyenangkan. Pada hari ini kita memasuki hari Minggu biasa XI.

Renungan hari ini, terinspirasi dari Injil Markus 4: 26 – 34, yakni Perumpamaan Tentang Benih Yang Tumbuh. Berbagai perumpamaan disampaikan oleh Yesus, saat Ia mengajar para pengikut-Nya untuk menggambarkan tentang kerajaan Allah. Bahwa perumpamaan diangkat oleh Yesus, agar para pengikut-Nya lebih mudah mengerti apa yang diajarkan oleh Yesus. Sebagai seorang Guru, Yesus tahu karakteristik para pengikut atau para murid-Nya, sehingga Ia memilih metode yang cocok saat Ia mengajar. Apalagi tentang kerajaan Allah, yang notabene tidak ada seorangpun manusia di dunia ini, yang pernah tahu atau pernah lihat tentang kerajaan Allah, selain Yesus sendiri. Oleh karena itu, sesuatu yang abstrak seperti tentang Kerajaan Allah diangkat dalam sebuah perumpamaan, yakni tentang benih yang ditaburkan di tanah dan tentang biji sesawi.

Kalau saya renungkan dari dua perumpamaan ini, maka Kerajaan Allah itu adalah misteri Allah. Oleh karena itu, Kerajaan Allah bukanlah tentang makanan dan minuman, melainkan tentang kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus (Roma 14: 17). Juga Kerajaan Allah bukan soal tempat. Dengan demikian, Kerajaan Allah itu adalah suatu suasana, suatu situasi: damai, sukacita, kebahagiaan, kegembiraan, ketenangan, keheningan, kesunyian, kebenaran. Dan untuk sampai pada situasi atau suasana ini, memang harus diupayakan melalui suatu proses seperti benih yang ditaburkan di tanah atau seperti biji sesawi. Dan kalau direfleksikan lebih dalam lagi, bahwa Kerajaan Allah itu ada dalam diri Yesus. Dan orang yang percaya dan menerima Yesus adalah orang-orang kecil.

Oleh karena itu, Yesus berdoa: ” Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil “ (Mat 11,25). Ini juga berlaku bagi kita yang beriman dan percaya kepada-Nya, bahwa keberimanan dan kepercayaan kita kepada Yesus, belum matang, dewasa.

Untuk itu, perlu ditumbuhkembangkan agar berbuah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kebenaran, sehingga kelak kita akan tinggal bersama Bapa, Putera dan Roh Kudus di dalam Kerajaan Allah. Semoga demikian. Selamat Berhari Minggu.