Air Tuba Dibalas Dengan Air Susu

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Dan apakah anda sudah memberikan senyum, sapa dan salam kepada orang didekat anda dan mereka yang dijumpai di hari ini dengan ramah, sopan dan santun? Jangan lupa untuk selalu bahagia. Dan semoga harimu indah dan menyenangkan.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 5: 38 – 42, yakni tentang Yesus dan Hukum Taurat. Bacaan Injil hari ini merupakan kelanjutan dari perikop Injil hari Sabtu tanggal 15 Juni 2024. Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan kepada para murid dan pengikut-Nya, untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, seperti yang dahulu disabdakan: mata ganti mata, gigi ganti gigi, melainkan kejahatan harus dibalas dengan kebaikan atau seperti ada peribahasa: ” air tuba dibalas dengan air susu”.

Mengapa? Sebab, kejahatan dibalas dengan kejahatan, tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan akan menjadikan masalah tambah parah. Oleh karena itu, harus ada pihak yang mengalah. Mengalah tidak berarti kalah. Mengalah menunjukkan kerendahan hati dan juga mengendalikan atau mengekang diri dari emosional yang berlebihan. Ini sejalan dengan nasihat Yesus. Dia berkata: ” Kasihilah musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:43). Dan hal ini, telah ditunjukkan oleh Yesus ketika di salibkan, Dia berdoa bagi para algojo yang mencambuk-Nya: ” ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23: 34). Oleh karena itu, dengan kita membalas kejahatan dengan kebaikan atau air tuba dibalas dengan air susu, maka kita menjadi anak-anak Bapa di Surga. Ingatlah, bahwa kejahatan dibalas dengan kejahatan tidak akan membuat kita menjadi bahagia, melainkan akan membuat kita lebih menderita secara psikis.

Maka, mari sebagai murid Yesus, kita belajar dari Sang Guru sejati, dan sebagai anak-anak Allah, hendaklah kita membalas kejahatan dengan kebaikan atau air tuba dibalas dengan air susu, sehingga kelak kita akan memperoleh kebahagiaan hidup yang kekal di akhirat. Semoga demikian.