Yesus Hadir Sejauh DOA Kita

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Dan apakah anda sudah memberikan senyum, sapa dan salam kepada orang di dekat anda dan mereka yang dijumpai di hari yang dengan ramah, sopan dan santun? Jangan lupa untuk selalu bahagia. Dan semoga harimu indah dan menyenangkan. Pada hari ini kita memasuki hari Minggu biasa XII.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 4: 35 – 40 41, yakni tentang Angin Ribut Diredakan. Hal ini terjadi, ketika Yesus dan para murid-Nya bertolak ke seberang dengan sebuah perahu. Lalu, mengamuklah topan atau angin ribut yang dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Saat itu, Yesus sedang tidur, lalu para murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: ” Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?”. Yesus pun bangun, membentak angin itu dan berkata kepada danau itu: ” diam! Tenanglah! Lalu, angin itu reda, dan danau itu menjadi teduh sekali”. Yesus pun berkata kepada para murid-Nya: ” mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”.

Pertanyaannya adalah bagaimana dengan kita? Seperti Yesus dan para murid-Nya yang telah bekerja sepanjang hari, kita pun setiap hari bekerja, terkadang ada rasa capek, lelah, maka perlu juga rekreasi, refreshing atau penyegaran atau mencari suasana baru dengan bertolak ke seberang. Bertolak ke seberang bisa juga berarti mencari cara atau strategi atau kiat yang baru dalam bekerja atau berusaha, sehingga tidak monoton, tetapi harus kreatif, harus ada inovasi, apalagi sebagai seorang guru, harus banyak cara dalam pembelajarkan peserta didik, sehingga peserta didik punya semangat untuk belajar. Demikian pula dalam mengarungi bahtera rumah tangga, atau dalam mengarungi bahtera panggilan, harus sedapat mungkin bertolak ke seberang, agar keluar dari zona nyaman dari manusia lama, menjadi manusia baru dengan suasana yang baru dan habitus baru.

Tetapi, yang perlu disadari bahwa ketika kita bertolak ke seberang, Yesus selalu ada bersama kita di dalam perahu yang sama. Dan tak jarang pula, angin ribut berupa masalah selalu ada, baik yang datang dari dalam diri kita maupun yang datang dari luar diri kita. Dan bisa saja masalahΒ²; itu dapat membuat kita tidak berdaya, karena stress ataupun depresi yang berat. Akibatnya bisa jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tetapi, jangan khawatir, Tuhan selalu bersama-sama kita, Dia tidak tidur, melainkan Dia pura-pura tidur. Oleh karena itu, Dia sedang menunggu kita untuk membangunkan-Nya dengan DOA. Sebab Dia ada, sejauh kita BERDOA kepada-Nya.

Akhirnya, sebagai seorang yang beriman dan percaya kepada Yesus, maka kita tidak perlu takut, tidak perlu khawatir, tidak perlu cemas, tidak perlu gelisah, ketika angin ribut yang dahsyat, berupa berbagai persoalan atau permasalahan hidup menghampiri kita. Mar, kita serahkan semuanya kepada-Nya.

Bahkan Dia mengundang dan mengajak kita, dengan berkata:” marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11: 28). Apakah kita mau menerima undangan atau ajakan Yesus? Semoga demikian. Selamat berhari Minggu