Yesus Menghardik Angin Ribut & Danau

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Dan apakah anda sudah memberikan senyum, sapa dan salam kepada orang di dekat anda dan mereka yang dijumpai di hari ini, dengan ramah, sopan dan santun? Jangan lupa untuk selalu bahagia. Dan semoga harimu indah dan menyenangkan.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 8: 23 – 27, yakni tentang Angin Ribut Diredakan. Hal ini dilakukan oleh Yesus saat Dia dan para rasul-Nya, naik ke dalam sebuah perahu. Tiba-tiba mengamuklah angin ribut di danau, sehingga perahu mereka ditimbusi gelombang. Saat itu, Yesus sedang tidur. Para rasul-Nya panik, dan takut, lalu membangunkan Yesus, katanya: ” Tuhan, tolonglah, kita binasa! Kata Yesus kepada mereka: ” _mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!”. Kemudian, Yesus bangun menghardik angin dan danau. Maka, danau menjadi teduh sekali. Demikianlah, jika Tuhan bertindak, maka semua persoalan atau masalah dapat diatasi. Bahwa hidup kita ini, ibarat sedang berada di dalam sebuah perahu. Dan terkadang perahu kehidupan kita, diterpa oleh angin ribut berupa: berbagai persoalan atau masalah, yang terkadang juga membuat kita panik, takut, cemas, gelisah, stress bahkan mungkin depresi. Tetapi, harus disadari bahwa Tuhan Yesus selalu ada bersama kita di dalam perahu peziarahan hidup kita. Oleh karena itu, kita tidak perlu panik, takut, cemas, gelisah, stress apalagi depresi. Percayalah saja, bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita berjalan sendirian. Dan jika kita selalu menghadirkan dan bersama dengan Tuhan, maka semua persoalan atau masalah dalam hidup pasti bisa diselesaikan dengan baik. Tuhan tidak pernah tidur, Dia hanya pura-pura tidur. Dia sedang menunggu kita untuk membangunkan-Nya lewat doa.

Maka, Tuhan Yesus akan menghardik angin ribut berupa berbagai persoalan atau masalah dalam hidup kita, sehingga kita menjadi tenang, dan perahu hidup kita akan terus melaju menuju tanah terjanji Yerusalem surgawi. Semoga demikian.