Menjadi Anggur Baru

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Dan apakah anda sudah memberikan senyum, sapa dan salam kepada orang di dekat anda dan mereka yang dijumpai di hari ini, dengan ramah, sopan dan santun? Jangan lupa untuk selalu bahagia. Dan semoga harimu indah dan menyenangkan.

Renungan hari ini, terinspirasi dari Injil Matius 9: 14 – 17, yakni tentang Hal Berpuasa. Secara sederhana, berpuasa merupakan upaya untuk menahan diri, tidak makan dan tidak minum, atau menahan diri dari suatu perbuatan. Oleh karena itu, berpuasa hanyalah suatu sarana dan bukan tujuan. Tujuan mulia dari berpuasa adalah bersatu dengan Tuhan. Oleh sebab itu, para murid Yesus tidak perlu berpuasa, ketika murid-murid Yohanes datang protes kepada Yesus, bahwa mereka dan orang Farisi berpuasa, sedangkan para murid Yesus tidak berpuasa?Mengapa? Karena mereka sedang ada bersama-sama dengan Tuhan. Dengan demikian, mereka tidak perlu berpuasa untuk sementara waktu, sebab mereka sedang bersukacita bersama dengan Sang mempelai surgawi. Dan saat mempelai diambil dari mereka, maka saat itulah baru mereka berpuasa. Jadi, perlu disadari bahwa muara dari berpuasa adalah seseorang harus lahir sebagai manusia yang bertobat atau manusia baru. Itu berarti, berpuasa harus bisa melahirkan manusia baru, atau Yesus menamainya sebagai anggur yang baru. Oleh karena itu, anggur baru yang adalah manusia baru harus memiliki hati dan budi yang baru, yang tampak hidup dalam habitus baru: cara bersikap, cara berperilaku, cara bertutur kata dan cara bertindak yang baru. Inilah ciri manusia baru atau anggur baru. Semoga demikian.