Iman yang Menghidupkan

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

 

DAMAI SEJAHTERA, bagi para saudaraku ytk. Saya berharap para saudaraku dalam keadaan damai, sehat dan bahagia selalu selama menjalankan puasa dan pantang di masa prapaskah ini.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 4: 43 – 54, yakni kembali ke Galilea dan Yesus menyembuhkan anak pegawai istana Ada beberapa poin dari kisah ini yang perlu kita renungkan. Pertama: Permintaan yang Penuh Keputusasaan: seorang pegawai istana, datang kepada Yesus di Kana, memohon penyembuhan bagi anaknya yang hampir mati di Kapernaum. Awalnya, ia mungkin hanya melihat Yesus sebagai “penyembuh ajaib”, bukan sebagai Mesias. Kedua: Ujian Iman: Yesus menegurnya dengan kata-kata: jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya. Namun, pegawai itu tidak menyerah. Ia memohon lagi: Tuhan, datanglah sebelum anakku mati! Ketiga: Kuasa Firman yang Mengubah: Yesus tidak pergi ke Kapernaum, tetapi hanya berkata: “Pergilah, anakmu hidup!. Pegawai itu mempercayai firman Yesus dan pulang. Di tengah perjalanan, hamba-hambanya menyambutnya dengan kabar bahwa anaknya sembuh tepat saat Yesus berkata-kata.

Pesan bacaan ini untuk kita: PertamaIman yang Melampaui Tanda:
Yesus ingin kita percaya kepada Diri-Nya, bukan hanya karena mukjizat yang dilakukan-Nya. Pegawai istana ini akhirnya mengalami iman sejati yang hidup ketika ia percaya hanya berdasarkan firman Yesus, tanpa bukti fisik. Kedua :Ketaatan dalam Ketidakpastian:
Pegawai itu taat pulang meski belum melihat anaknya sembuh. Ini mengajarkan kita untuk berjalan dalam iman yang hidup, bahkan ketika jawaban doa belum terlihat. Ketiga: Transformasi Keluarga. Mukjizat ini tidak hanya menyembuhkan anak yang sakit hampir mati, tetapi juga membawa seluruh keluarganya kepada iman sejati yang hidup kepada Yesus. Firman Yesus memiliki kuasa untuk mengubah hidup dan hubungan kita.

Pertanyaan Refleksi
1. Apakah kita percaya pada janji Tuhan, sekalipun situasi tampak mustahil?.
2. Apakah kita selalu membatasi Tuhan dengan ekspektasi kita?. Ingatlah bahwa Ia bisa bekerja bahkan dari jarak jauh!
3. Adakah kita telah membawa orang lain untuk mengenal Kristus?
4. Apakah kita mau melangkah seperti pegawai istana ini, meyakini kuasa firman Tuhan dalam hidup kita, bahkan ketika bukti belum terlihat?

Mari kita renungkan bagaimana kita dapat mempercayakan hidup kita kepada-Nya dan menyerahkan pergumulan kita kepada kuasa-Nya yang tak terbatas. Semoga demikian.