Mewujudkan Kerajaan Allah Lewat Perkataan Dan Perbuatan Baik kita

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

 

DAMAI SEJAHTERA, bagimu para saudaraku ytk. Adakah para saudaraku dalam keadaan damai, sehat dan bahagia? Saya berharap demikian. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Bernabas, Rasul.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 10: 7 – 13, yakni Yesus mengutus kedua belas rasul. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengutus kedua belas rasul-Nya untuk mewartakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Namun pewartaan itu tidak hanya berupa kata-kata atau NARASI, melainkan disertai tindakan atau AKSI nyata: menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta, dan mengusir setan. Mereka juga diminta untuk memberi dengan cuma-cuma, sebagaimana mereka telah menerima dengan cuma-cuma. Oleh karena itu, renungan ini mengajak kita untuk menyadari bahwa pewartaan Kerajaan Allah bukan hanya tugas para rasul, tetapi juga panggilan setiap orang beriman. Kita harus mewujudkan Kerajaan Allah bukan hanya lewat khotbah atau doa, tetapi juga melalui perbuatan baik, sekalipun itu kecil namun tulus dan tanpa pamrih. Ketika kita menghibur yang sedih, menolong yang lemah, menyapa atau memberikan senyum, sapa dan salam dengan damai, merespon sesama yang menyapa, kita sedang menghadirkan atau mewujudkan Kerajaan Allah di tengah dunia.
Yesus juga mengingatkan agar kita tidak terlalu bergantung pada harta atau perlengkapan duniawi. Yang terpenting adalah HATI yang siap melayani dan kepercayaan bahwa Tuhan akan mencukupkan. Bahkan salam damai yang kita ucapkan pun memiliki kuasa untuk memberkati sesama, asal tulus.

Pertanyaan Refleksi:
1. Apakah perkataan dan perbuatan kita hari ini mencerminkan kasih dan damai Allah?
2. Apakah kita sudah menjadi saluran berkat bagi sesama?
3. Apakah perkataan dan tindakan kita hari ini telah mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah?

Mari menjadi terang lewat kebaikan kecil yang berdampak besar. Semoga demikian.