Yesus Menghardik Roh Jahat

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK 

SALVE, bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Adakah Roh Kudus merajai diri kita atau roh jahat menguasai diri kita? Jika diri kita mudah marah, emosional, malas, bicara kita selalu menyakiti hati dan perasaan orang lain, itu ciri diri kita dikuasai oleh roh jahat. Namun, jika kita sabar, tenang, bersikap lembut, bicara sopan, itu cirinya diri kita dikuasai oleh Roh Kudus.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 4: 31 – 37, yakni Yesus dalam rumah ibadat di Kapernaum.

Dalam bacaan Injil hari ini, di Kapernaum Yesus mengajar dengan kuasa, dan orang-orang takjub karena perkataan-Nya penuh wibawa. Ketika seorang yang kerasukan roh jahat berteriak di rumah ibadat, Yesus tidak gentar. Ia menghardik roh itu: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan seketika itu juga, tanpa mencelakakan orang itu.

Saat ini, roh jahat tidak hanya terjadi di Kapernaum, tetapi ada di tanah air kita, atau bahkan di dalam diri kita. Hari-hari ini, kita menyaksikan gejala yang mengusik nurani: kemarahan yang meledak tanpa kendali, kata-kata yang menyakiti tanpa pikir panjang, sikap anarkis, ketamakan, kesombongan, dan ketidakpedulian terhadap penderitaan sesama. Seolah-olah roh-roh jahat sedang merajalela, bukan hanya di ruang publik, tetapi juga dalam hati dan pikiran kita. Namun, Injil hari ini memberi harapan bagi kita bahwa: Yesus berkuasa atas roh jahat. Ia tidak hanya mengusir setan dari tubuh seseorang yang kerasukan, tetapi juga dari ruang batin dan sosial yang dirusak oleh kejahatan. Kita diajak untuk tidak pasrah, tetapi berseru: “Tuhan Yesus, hardiklah roh jahat yang menguasai bangsa kami. Usirlah roh amarah, kesombongan, dan ketidakpedulian dari hati kami.

Beberapa poin (puncta) Renungan:

_Pertama_ Yesus tidak membiarkan roh jahat berbicara. Kita pun harus berani membungkam suara kebencian dan egoisme dalam diri kita. _Kedua_ Kuasa Yesus bukan hanya untuk masa lalu, tetapi untuk saat ini, untuk Bangsa Indonesia, untuk keluarga, komunitas kita, untuk hati dan pikiran kita. 

_Ketiga_ Roh Kudus siap merajai hidup kita, jika kita membuka hati dengan rendah hati dan kerinduan akan pemulihan.

Pertanyaan Refleksi:

1. Apa saja tanda-tanda roh jahat yang mungkin sedang bekerja dalam diri saya, baik dalam sikap, perkataan, maupun tindakan?  

2. Sudahkah saya sungguh-sungguh membuka hati kepada Yesus agar Ia menghardik roh-roh jahat dalam hidup saya dan bangsa ini?  

3. Bagaimana saya bisa memberi ruang bagi Roh Kudus untuk merajai hati dan pikiran saya setiap hari?  

 Selamat berefleksi.