Iman Sebesar Biji Sesawi

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

 

 

SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Selamat memasuki pekan yang baru. Semoga hidup Anda dan saya, selalu mengandalkan Tuhan. Inilah ciri hidup orang yang beriman. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Leo Agung, Paus dan Pujangga Gereja. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata, “Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: ‘Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut,’ dan ia akan menurut perintahmu.”
Biji sesawi adalah salah satu biji terkecil yang dikenal pada zaman Yesus. Namun, dari biji yang kecil itu, tumbuhlah pohon yang besar dan kuat. Yesus menggunakan gambaran ini bukan untuk menuntut iman yang besar, melainkan untuk menekankan bahwa iman yang kecil sekalipun, asal tulus dan sungguh-sungguh, sudah cukup. Iman bukan soal kuantitas, tetapi kualitas.
Tuhan tidak menuntut iman yang sempurna atau tanpa keraguan. Ia mencari HATI yang percaya, walau dengan langkah kecil. Iman adalah benih yang hidup.
Seperti biji sesawi, iman yang ditanam dalam HATI yang benar akan bertumbuh, berkembang, dan menghasilkan buah yang tak terduga.
Oleh karena itu, jangan meremehkan permulaan yang kecil.
Iman yang tampak tidak signifikan di mata dunia, jika diserahkan kepada Tuhan, dapat membawa dampak besar.

Pesan untuk kita hari ini:
Mulailah dengan iman yang Anda miliki sekarang. Sekecil apa pun itu, percayakan kepada Tuhan. Dia yang akan membuatnya bertumbuh dan membuahkan hasil. Iman bukanlah sesuatu yang statis, tetapi dinamis dan Tuhanlah yang memberi pertumbuhan.

Pertanyaan Refleksi:

1. Apakah saya pernah meremehkan iman saya sendiri karena merasa terlalu kecil atau tidak cukup kuat?
2. Dalam hal apa saya bisa mulai mempercayakan iman saya kepada Tuhan, meskipun masih ada keraguan atau ketidaksempurnaan?
3. Pernahkah saya melihat buah atau dampak dari iman kecil yang saya miliki atau orang lain miliki?

Selamat berefleksi.