Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK
SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Adakah hidup Anda hanya fokus mengejar kebutuhan lahiriah dan mengabaikan kebutuhan rohani atau spiritual? Ingat, hidup Anda dan saya hanya sementara saja. Anak Manusia akan datang menjemput anda dan saya pada waktu yang tidak pernah kita tahu.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 17: 26 – 37, yakni kedatangan Kerajaan Allah. Bacaan Injil hari ini merupakan kelanjutan dari perikop Injil hari kemarin. Sadari bahwa hidup kita manusia di dunia ini hanyalah sementara. Namun sering kali kita terjebak dalam rutinitas yang hanya berfokus pada kebutuhan jasmani: bekerja, menanam dan menuai, mengajar dan mendidik, mengurus rumah tangga, makan dan minum, membeli dan menjual, membangun. Semua itu memang penting, tetapi tidak boleh membuat kita lupa bahwa jiwa kita juga membutuhkan makanan rohani. Belajar lah dari
orang-orang pada zaman Nuh dan Lot yang sibuk dengan urusan duniawi mereka, tetapi mengabaikan suara Tuhan. Akibatnya, mereka binasa oleh hujan api dan belerang dari langit. Kisah ini menjadi peringatan bagi kita: jangan sampai kita hanya mengejar hal-hal lahiriah dan melupakan kebutuhan rohani yang memberi hidup kekal.
Pesan Utama
Pertama Seimbangkan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kedua Jangan biarkan kesibukan duniawi membuat kita lalai akan panggilan atau undangan dari Tuhan, melalui doa, ibadat dan ekaristi. Ketiga Jika kita hidup dengan keseimbangan, Anak Manusia akan menyelamatkan kita dari kebinasaan hujan api dan belerang, dan memberikan kita hidup yang kekal. Semoga.
Pertanyaan Refleksi:
1. Apakah kesibukan sehari-hari saya lebih banyak berfokus pada kebutuhan jasmani daripada kebutuhan rohani?
2. Bagaimana saya bisa menyeimbangkan antara pekerjaan duniawi dengan waktu untuk doa, firman, dan pelayanan?
3. Jika Anak Manusia datang hari ini, apakah saya sudah siap dengan hidup yang seimbang dan berakar pada iman?
Selamat berefleksi
Doa Singkat
Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk tidak hanya sibuk dengan urusan duniawi, tetapi juga setia memberi makanan bagi jiwa kami. Semoga hidup kami seimbang, sehingga pada saat Engkau datang, kami layak menerima keselamatan dan hidup yang kekal. Amin.




