Yesus Menangisi Hidup Kita

Frater

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

 

 

SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda sadar kalau Yesus sangat mencintai Anda? Lalu, apa balasan Anda kepada Yesus yang telah mengasihi Anda?

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 19: 41 – 44, yakni Yesus dielu-elukan di Yerusalem. Dalam kisah Injil hari ini, ketika Yesus mendekati Yerusalem, Ia menangis melihat kota itu. Bukan hanya karena kehancuran yang akan menimpa, tetapi karena penduduknya tidak menyadari saat Allah melawat mereka. Kata-kata Yesus, “Engkau tidak mengetahui saat bilamana Allah melawat engkau” menjadi teguran yang juga berlaku bagi kita. Yesus tidak hanya menangisi Yerusalem, Ia juga menangisi hidup kita:
_Pertama_ Ketika kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi, hingga melupakan doa, ibadat, ekaristi, renungan, dan kotbah. _Kedua_ Ketika kita memilih jalan kita sendiri, dan mengabaikan suara-Nya yang lembut yang selalu memanggil kita. _Ketiga_ Ketika kita tidak mau bertobat, tidak mau berubah, dan tidak berbuah dalam KASIH, pengampunan, serta kebaikan. _Keempat_ Ketika hati kita buta dan tuli, menolak undangan-Nya untuk hadir dalam doa, ibadat, dan ekaristi di keluarga, komunitas, lingkungan, paroki, maupun kapela stasi. Jadi, Yesus menangisi kita bukan karena kebencian, melainkan karena belas KASIH. Ia merindukan kita kembali kepada-Nya, agar kita tidak melewatkan saat-saat berharga ketika Allah melawat hidup kita.

Pertanyaan Renungan:

1. Jika Yesus berdiri hari ini dan melihat ke dalam hidupku, apakah yang akan membuat-Nya menangis? Dan lebih penting, apakah aku akan membiarkan air mata-Nya membawa aku pada pertobatan dan damai-Nya?”
2. Apakah aku menyadari saat-saat Tuhan melawat hidupku melalui doa, ibadat, dan ekaristi?
3. Apakah aku masih sering menunda pertobatan dan lebih sibuk dengan urusan duniawi?
4. Apa langkah kecil yang bisa kulakukan hari ini agar tidak melewatkan undangan kasih-Nya?

Doa Singkat.
Tuhan Yesus, ampunilah kami yang sibuk dengan dunia dan melupakan saat Engkau melawat.
Lembutkan hati kami agar mau bertobat, berbuah dalam kasih, dan setia pada doa serta ekaristi. Amin.