Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK
SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah hati Anda: ruang doa atau sarang penyamun? Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santa Perawan Maria Dipersembahkan Kepada Allah.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 19: 45 – 48, yakni Yesus menyucikan Bait Allah. Dalam bacaan Injil hari ini, ketika Yesus memasuki Bait Allah, Dia menemukan kemurniannya telah ternoda. Tempat yang seharusnya menjadi rumah doa telah berubah menjadi sarang penyamun. Reaksi-Nya tegas: Dia mengusir para pedagang dan membalikkan meja-meja penukar uang. Peristiwa ini adalah gambaran nyata tentang apa yang ingin Yesus lakukan dalam HATI kita. Firman Allah menyatakan bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus (1 Korintus 6:19). Dengan demikian, HATI kita adalah ‘ruang doa’ yang paling personal, tempat di mana seharusnya terjadi komunikasi yang intim dengan Allah. Namun pertanyaannya adalah: Apa yang Yesus temui ketika Dia ‘masuk’ ke dalam HATI kita hari ini? Apakah Dia menemukan HATI kita sebagai RUANG DOA yang: Pertama Tenang dan fokus pada hadirat-Nya? Kedua
Didedikasikan untuk penyembahan dan pendengaran akan Firman-Nya? Ketiga
Menjadi tempat persekutuan yang kudus dengan-Nya? Keempat bersih, murah hati, lembut, rendah hati, saleh, berpikir positif, mau mengampuni, terbuka terhadap kasih Tuhan?
Atau justru SARANG PENYAMUN yang: Pertama Dipenuhi dengan “pedagang” kekhawatiran yang mencuri damai sejahteramu? Kedua
Dikuasai oleh “penukar uang” kompromi yang mengganti nilai-nilai kebenaran dengan standar dunia? Ketiga
Ramai dengan “perampok” yang berwujud: Pikiran kotor dan rencana jahat, pikiran negatif yang meracuni jiwa, iri hati dan dengki yang merusak hubungan, gosip murahan yang melukai sesama. Jadi,
undang Yesus hari ini, adalah untuk”menyucikan bait Allah” di dalam HATI kita. Oleh karena itu, beri Dia izin untuk membalikkan “meja-meja” dosa, kekhawatiran, dan segala sesuatu yang mengotori “HATI”ruang kudus atau doa bagi-Nya, termasuk segala iri HATI, pikiran jahat, dan gosip yang bersarang di dalamnya. Jadi, kembalikan HATI Anda kepada fungsi aslinya, yakni: menjadi ruang doa di mana Tuhan dimuliakan.
Pertanyaan Refleksi:
1. “Meja” apa di dalam HATIku yang paling perlu dibalikkan oleh Yesus hari ini?
2. Dari daftar “pencuri” (iri hati, pikiran negatif, gosip), mana yang paling sering “berkeliaran” dan mengganggu ketenangan “ruang doa”-ku?
3. Langkah praktis apa yang dapat aku ambil untuk lebih menjaga kemurnian “ruang doa”-ku, agar fungsi utamanya sebagai tempat bersekutu dengan Tuhan tetap terpelihara?
Selamat berefleksi.
Doa Singkat
Bersihkanlah aku ya Tuhan, dari segala yang mencuri tempat-Mu dalam HATIku dari kekhawatiran, iri hati, pikiran jahat, dan gosip yang kotor. Jadikanlah HATIku kembali menjadi ruang doa yang murni bagi-Mu.Amin




