SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Sudahkah Anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan Sang sumber hidup? Doa sederhana nan tulus, dapat mengubah takdir Anda. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat merayakan hari raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Hari Raya Tuhan Yesus Raja Semesta Alam, menandai akhir tahun liturgi Gereja Katolik, yakni selalu jatuh pada Minggu terakhir tahun liturgi, mengingatkan kita bahwa seluruh perjalanan iman sepanjang tahun bermuara pada pengakuan bahwa Kristus adalah Raja, sebelum memasuki masa Adven yang membuka tahun liturgi baru.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 23: 35 – 43, yakni Yesus disalibkan. Dalam bacaan Injil hari ini, di atas bukit Kalvari, tergantung tiga salib. Di tengah-tengah erang kesakitan dan cemoohan massa, terdengar sebuah percakapan terakhir. Seorang penjahat yang satu menghujat: “Bukankah Engkau Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Ini adalah suara kepahitan yang meminta pembebasan secara fisik. Namun, dari salib yang satunya, lahir sebuah kesadaran yang mengubah segalanya. Penjahat kedua ini membela Yesus. Ia berkata, “…kita memang selayaknya dihukum… tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu, ia memalingkan kepalanya dan melontarkan sebuah doa yang akan mengguncang alam maut dan membuka pintu Firdaus. Doa yang hanya terdiri dari tiga kata dalam intinya: “Yesus, ingatlah aku.” Ini bukan doa yang rumit. Bukan doa yang penuh dengan teologi tinggi. Ini adalah doa yang lahir dari ujung keputusasaan, dari seorang yang tidak lagi memiliki apa-apa untuk ditawarkan, kecuali pengakuan akan dosa dan pengakuan akan iman. Ia melihat seorang yang disalib seperti dirinya, dan berkata, “Engkau adalah Raja.” Dan di kayu salib itu, terjadi momen transformasi terhebat. Seorang penjahat, yang hidupnya mungkin penuh dengan kekelaman & kegelapan, dalam detik-detik terakhirnya, mengalami perubahan takdir yang kekal. Kejahatannya dibalas bukan dengan hukuman, tetapi dengan jaminan keselamatan. Tuhan Yesus menjawab, “…sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
Apa artinya ini bagi kita?
Saudara, sesungguhnya hidup kita tidaklah jauh berbeda dengan kedua penjahat di Kalvari itu. Setiap hari, kita dihadapkan pada pilihan: apakah kita akan bersikap sinis dan meminta Tuhan memenuhi agenda kita, ataukah kita memiliki kerendahan HATI untuk mengakui keadaan kita yang sesungguhnya? Kita mungkin tidak penjahat dalam arti hukum, tetapi kita semua pernah terluka oleh dosa, kelemahan, dan kegagalan kita sendiri. Kabar baiknya adalah: Kasih Tuhan tidak terbatas oleh ruang, waktu, dan seberapa parah masa lalu kita. Seperti penjahat yang bertobat itu, keselamatan itu diberikan bukan karena kita baik-baik saja, tetapi karena kita datang dengan jujur dan berkata, “Yesus, aku tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Ingatlah aku.” Doa yang sederhana dan tulus itulah yang mengubah segalanya. Doa itu mengubah takdirnya dari maut menjadi hidup, dari terkutuk menjadi dikasihi, dari penjahat menjadi ahli waris Firdaus. Mungkin hari ini kita merasa sudah terlalu jauh terjatuh, atau sudah terlalu lama menjauh. Renungan ini adalah pengingat bahwa selama masih ada nafas, pintu KASIH karunia itu tetap terbuka. Tuhan menantikan doa sederhana kita, doa penyerahan diri yang tulus.
Pertanyaan Refleksi:
Percayakah Anda bahwa ‘hari ini juga’ di tengah keadaan Anda saat ini, Anda masih bisa mengalami perubahan takdir oleh KASIH karunia Tuhan, seperti yang dialami penjahat di salib itu?
Doa Singkat
Ya Yesus, dalam kelemahan dan kesadaran akan dosa kami, kami datang. Ingatlah kami dalam kerajaan-Mu. Ubahlah takdir kami dari kegelapan menuju terang-Mu yang kekal. Percayalah kami, bahwa seperti janji-Mu kepada seorang penjahat, Engkau pun berjanji untuk mengangkat kami yang berseru kepada-Mu. Amin.
Selamat merayakan hari raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam.




