Meminta, Mencari dan Mengetuk Pintu Hati Allah

Frater

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

 

 

DAMAI SEJAHTERA, bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apa isi doa Anda selama ini? Apa hanya melulu meminta atau memohon? Ataukah Anda juga memiliki kerinduan untuk mencari kehendak-Nya? Dan menjalin relasi personal dengan-Nya dengan mengetuk pintu HATI Tuhan?

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 7: 7 – 12, yakni hal pengabulan doa. Para saudara, kalau kita mau jujur, sesungguhnya ada ironi dalam doa kita selama ini, yakni: kita rajin meminta, tetapi sering gelisah karena belum merasa puas. Yesus mengajarkan bahwa doa bukan hanya soal meminta, tetapi juga mencari dan mengetuk pintu HATI Allah. Pertama Meminta adalah langkah awal yang jujur, seperti anak yang lapar meminta roti. Allah selalu mendengar. Kedua Mencari berarti melangkah lebih dalam, bukan sekadar menginginkan berkat, tetapi mengenal kehendak-Nya. Ketiga Mengetuk adalah kerinduan paling personal: kita ingin masuk, bersekutu, dan tinggal dalam HATI -Nya. Dan yakinlah bahwa yang terbaiklah yang Allah berikan kepada kita, bukan sekadar kesehatan atau kelimpahan, melainkan diri-Nya sendiri, Roh Kudus dan HATI yang serupa dengan HATI-Nya. Ketika HATI kita disentuh oleh kebaikan-Nya, kita pun terdorong melakukan kebaikan kepada sesama.

Pesan Untuk Kita:

Hidup beriman tidak berhenti pada meminta. Kita dipanggil untuk terus mencari kehendak Tuhan dan mengetuk pintu HATI-Nya lewat doa. Doa adalah kunci yang membuka jalan untuk meminta, mencari, dan mengetuk. Namun doa sejati harus dilandasi IMAN dan kerendahan HATI. Maka, jangan hanya menjadi peminta yang handal, tetapi perindu yang setia. Datanglah dalam doa dengan HATI yang rindu, sebab di sanalah kita menemukan rumah: HATI Allah sendiri. Namun, yang perlu digarisbawahi bahwa Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan atau perlukan dari pada diri kita sendiri. Jangan pernah memaksa Allah dalam doa.

Pertanyaan refleksi

1. Apakah selama ini doa saya lebih banyak berisi permintaan, atau sudah menjadi sarana untuk mencari kehendak Tuhan?
2. Bagaimana saya bisa melangkah lebih dalam dalam doa, bukan hanya meminta berkat, tetapi mengetuk pintu hati Tuhan untuk bersekutu dengan-Nya?
3. Apakah doa saya sungguh dilandasi iman dan kerendahan hati, sehingga mampu mengubah hati saya menjadi serupa dengan hati-Nya?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan, aku datang bukan hanya untuk meminta, tetapi juga mencari kehendak-Mu dan mengetuk pintu HATI-Mu dengan iman dan rendah HATI. Biarlah doa ini membawa aku semakin dekat pada-Mu dan menjadikan HATIku serupa dengan HATI i-Mu. Amin.