Diduga Akibat Korsleting Listrik, Asrama SLB di Rote Ndao Terbakar

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Asrama SLB di Rote Ndao Terbakar, merdeka.com

EXPONTT.COM – Sebuah asrama Sekolah Luar Biasa (SLB) di Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), hangus terbakar api pada Senin 14 Februari 2022.

Dino Detakiuk salah seorang guru SLB tersebut mengatakan, pertama kali melihat asap tebal dari salah satu kamar asrama sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu dirinya sedang mengajar di kelas 11.

“Saat itu saya lihat dari jendela, asap tebal keluar dari salah satu kamar depan sebelah kiri bangunan. Api terus membesar di atap rumah tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Viktor Laiskodat Tanggapi Pembunuhan Astri Lael, Sebut Kasus Sudah Lama Alami Kebuntuan

Menurut Dino, sempat terjadi kepanikan di lingkungan sekolah tersebut, ada guru yang memutus aliran listrik, ada juga yang mengecek keberadaan siswa dan siswi.

“Beruntung semua siswa dan siswi SLB lengkap dan tidak ada yang di dalam mes yang terbakar,” ungkapnya.

Mobil tangki air dan pemadam yang tiba di lokasi kejadian langsung berusaha memadamkan api.

Baca juga: Jokowi Tegaskan Pemerintah Tidak Memanfaatkan Pandemi Untuk Langgar Konstitusi

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Lobalain Ipda I Gede Putu Parwata mengatakan, sejumlah barang dalam asrama yang ikut terbakar antara lain, lima tempat tidur kayu tingkat, 10 spon, tiga lemari kayu, satu lemari plastik, dua kursi kayu, tiga meja kayu, dan sejumlah pakaian seragam anak sekolah.

Selain itu, 2 unit handphone, berkas dokumen (Ijazah), alat penanak nasi, 10 keranjang pakaian, 20 buah ember mandi, tiga buah rak sepatu, serta satu unit mesin cuci juga ikut terbakar.

Baca juga: Diterkam Buaya, Pria di Sumba Timur Kehilangan 1 Kakinya

“Pada kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Tempat kejadian merupakan asrama putri yang dihuni oleh 12 orang siswi yang terdiri dari siswi SD sampai SMA dan satu orang cleaning service,” ungkapnya.

Tim dari Polres Rote Ndao sudah melaksanakan olah TKP dan memasang garis polisi. Kejadian kebakaran tersebut diduga akibat hubungan arus pendek listrik (korsleting).

“PLN area Rote Ndao sudah memutuskan arus listrik. Perkiraan sementara kerugian akibat kejadian kebakaran tersebut yakni Rp125 juta,” tutup Parwata.
merdeka.com

Baca juga: Pergi Mencari Ikan Sendirian, Kepada Dusun di Rote Ndao Ditemukan Tewas Tersangkut Pukat