Empat Fraksi DPRD RoNda Tolak Subsidi Pupuk dan Kwh Meter

EMPAT Fraksi di DPRD Kabupaten Rote Ndao menolak Penganggaran Dana Hibah kusus untuk Subsidi Pupuk di Tahun 2018 dan bantuan keuangan Untuk pengadaan Kwh Meter bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan oleh masing-masing fraksi melalui pendapat Akir mereka yang disampaikan dalam lanjutan sidang Pembahasan RAPBD Kabupaten Rote Ndao TA. 2018 malam tadi.
Empat Fraksi tersebut diantaranya, Fraksi PKB, Fraksi Demokrat, Fraksi Hanura, dan Fraksi Gerindra, sementara dua Fraksi lainnya yakni Frkasi Nasdem dan Fraksi Golkar menyatakan menerima, sementara Fraksi P3PAN dan PDI Perjuangan menawarkan Opsi lain. Fraksi PKB dalam pendapat Akhirnya menilai Subsidi Pupuk yang diberikan oleh pemerintah Daerah selama beberapa Tahun terakhir justru menambah kegalauan Masyarakat khususnya petani, mengingat selama adanya subsidi Pupuk masyarakat selalu menjerit akibat terjadinya kelangkaan Pupuk.
Selain itu, PKB menilai dengan adanya subsidi Pupuk tersebut justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi, dengan mengumpulkan pupuk dan menjual ke Masyarakat dengan harga diatas harga Subsidi.
Fraksi Hanura dalam pendapat Akhirnya menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan tidak serius dalam merespon keluhan kelangkaan pupuk yang terjadi di Kabupaten Rote Ndao.
Ironisnya soal kelangkaan pupuk yang terjadi bukannya pemerintah memastikan agar Kuota pupuk untuk Rote Ndao tercukupi, malam pemerintah lebih berhasrat untuk terus menambah anggaran Subsidi Pupuk meski kelangkaan pupuk terus menghantui para petani di Rote Ndao,
Hal yang sama juga untuk Subsidi Kwh Meter, Fraksi Hanura menilai kebijakan tersebut hanya untuk kepentingan politik Menjelang Pilkada Serentak Bulan Juni 2018 Mendatang, sebab masih ada banyak kasus bantuan Kwh Meter yang dianggarkan pemerintah Tahun 2013 lalu yang hingga saat ini belum terselesaikan secara baik.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Rote Ndao, Adrianus Pandie yang saat itu membacakan langsung pendapat Akir Fraksi Gerindra mengatakan, Subsidi Pupuk sesungguhnya bukan solusi untuk mengatasi kelangkaan pupuk yang terjadi di Kabupaten Rote Ndao.
Menurut Fraksi Gerindra, masalah pokok kelangkaan pupuk adalah, Distribusi dan stok pupuk yang tidak memadai. Harusnya pemerintah memastikan agar pupuk tersedia dan didistribusikan secara baik dan sampai ke tangan para penerima manfaatnya dengan benar.
Kebijakan Subsidi Pupuk yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dinilai sebagai ketua bijakan yang irasional dan berpotensi merugikan keuangan Daerah dan lebih utama tidak memberikan manfaatnya yang jelas bagi masyarakat Rote Ndao. “cukup sudah 10 Tahun kita Didera persoalan kelangkaan pupuk, jangan sampai kita perpanjang persoalan ini sampai 15 tahun, 20 Tahun, 25 Tahun atau bahkan sepanjang masa” ungkap Anus Pandi
Fraksi Demokrat secara detil melihat banyak persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan APBD oleh pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dalam Pendapat Akhirnya Fraksi Demokrat menilai penganggaran Jamkesda di Tahun 2018 terkesan tidak representatif karena tidak semua masyarakat miskin diakomodir sebagai penerima Jamkesda, Soal subsidi Pupuk, Fraksi Demokrat menilai, pemerintah tidak inofatif dalam menyelesaikan masalah kelangkaan pupuk, sebab yang dibutukan masyarakat saat ini adalah kestabilan Kuota pupuk sesuai dengan tahapan pemupukannya bukan Subsidi.
Kebijakan menaikkan Subsidi Pupuk olh pemerintah daerah hanya akan menguntungkan pihak tertentu, sebab saat ini pemerintah hanya menyampaikan ngijinkan satu orang distributor pupuk di Kabupaten Rote Ndao yakni CV. Suara Mas, meskipun yang bersangkutan tidak mampu memenuhi kebutuhan pupuk bagi masyarakat namun Pemerintah terkesan acuh tak acuh dengan kondisi itu. Sedangkan untuk Kwh Meter, Fraksi Demokrat tidak sepakat, sebap persoalan Kwh Meter diwaktu lalu belum terselesaikan secara baik hingga saat ini, bahkan kasus tersebut sempat dilirik oleh penegak hukum namun hingga kini belum ada kejelasannya. Untuk diketahui Anggaran yang ditolak oleh empat Fraksi di DPRD Rote Ndao tersebut kurang lebih sebesar 7miliar lebih, dengan rincian Anggaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2018 Sebesar Rp. 6.988.800.000,00 dan Anggaran bantuan Kwh Meter Sebesar Rp. 1.000.000.000. ♦ beritantt.com