BEMNUS NTT Minta Kadis Pendidikan Sabu Raijua Dicopot

Koordinator Daerah BEMNUS NTT, Hemax Rihi Here

EXPONTT.COM, KUPANG – Aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Provinsi NTT mendesak Bupati Sabu Raijua mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sabu Raijua.

Hal tersebut diminta menyusul adanya keluhan para guru soal permasalahan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang selama 12 bulan belum dibayarkan.

BEMNUS NTT melalui koordinator Daerah, Hemax Rihi Here, menilai Kadis Pendidikan tidak memiliki kompetensi dalam mengatasi permasalahan pendidikan di Sabu Raijua.

Baca juga: Aspek Pendidikan Jadi Fokus Program Ketua Sinode GMIT Pdt Samuel Pandie

Hal itu dilihat dari keluhan guru terkait belum di bayarnya hak mereka yaitu TPP 12 bulan, guru non-sertifikasi empat bulan dan guru sertifikasi tiga bulan.

“Kepala Dinas Pendidikan yang tidak memiliki kompetensi seperti ini sebaiknya dievaluasi atau diganti saja. Alasannya jelas, ada beberapa permasalahan terkait pendidikan di Kabupaten Sabu Raijua yang tidak diindahkan, beliau terkesan cuek seakan tidak peduli” kata, aktivis BEM Nusantara Jumat, 5 Januari 2024.

Hemax menyebut, tugas seorang kepada dinas pendidikan adalah melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, yang di dalamnya meliputi pembiayaan, kurikulum, standar pendidik, tenaga kependidikan dan sarana-prasarana pendidikan anak usia dini serta pendidikan masyarakat dan pendidikan dasar.

Baca juga: Puluhan Pedagang Pasar Geruduk DPRD Kota Kupang

Namun menurut Hemax hal ini berbanding terbalik dengan sikap kepala dinas pendidikan Sabu, yang kinerjanya tidak pernah diketahui masyarakat hingga saat ini.

“Maka dari itu, saya meminta, Pak Bupati Sabu Raijua untuk evaluasi kinerjanya, biar perlu diganti. Jika lembaga fungsi kontrol pendidik di pimpin oleh oleh orang seperti kadis ini, maka sudah pasti tatanan pendidikan di kabupaten Sabu Raijua ini akan buruk,” tegasnya.(*)

Baca juga: ASN di Pemkab Kupang Jadi MC di Kampanye Gibran, Bawaslu NTT: Dalam Proses