Semua Guru di Rote Ndao Akan Dapat Tunjangan Perbatasan

Kabar Gembira bagi Guru yang selama ini tidak perna mendapat Bantuan kesejahteraan guru daerah khusus (tunjangan perbatasan),karena kebijakan kepala dinas, guru yang sudah berulang kali dapat tunjangan tersebut tidak dapat lagi, karena data tersebut bukan ditentukan kementerian,tetapi diverivikasi nama didinas baru dikirim ke kemendikdas, sehingga informasi yang selama ini beredar bahwa semua nama dikirim dan diverikvikasi dipusat tidak benar!!, ada apa dengan staf entri data sebelumnya?
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten (PPO) Kabupaten Rote Ndao dengan tegas mengatakan sejumlah guru diwilayah Rote Ndao akan secara bergilir mendapat Bantuan kesejahteraan guru daerah khusus (tunjangan perbatasan), pernyataan ini menangapi  polemic di kalangan guru diwilayah Rote Ndao, bahwa ada sejumlah guru yang mendapatkan tunjangan perbatasan sejak tahun 2010 hingga 2014, sehingga menimbulkan ketidakpuasan para guru dan setiap ada tunjangan Perbatasan para guru mengadukan ke DPRD dan Bupati.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas PPO kabupaten Rote Ndao, Jhon Pandie,S.Pd dalam menjawab informasi seputar simpangsiurnya informasi mengenai data penerima tunjangan perbatasan yang tidak valid, sehingga menuai protes sebagian guru yang namanya tidak masuk maupun namanya masuk tetapi terancam dianulir.saat ditemui EXPO NTT diruang kerjanya, Selasa 14 Juli 2015.
Ditanya adanya informasi sebelumnya bahwa bantuan kesejahteraan guru daerah khusus (tunjangan perbatasan) merupakan kebijakan pemerintah pusat, sama seperti tunjangan bagi guru yang bertugas di daerah terpencil. Dirinya membatah hal tersebut dikarenakan daerah yang mengusulkan sesuai dengan quato, kementerian hanya menyesuaikan data yang ada, sehingga  sejak dilantik menjadi kepala dinas Maret 2015,mendata ulang guru yang sudah mendapat dana perbatasan berulang kali dan yang belum perna mendapat dana tunjangan perbatasan, ternyata ada guru disekolah yang sama mendapatkan tunjangan perbatasan berulang kali, sedangkan coleganya yang memiliki beban kerja yang sama, malah tidak dapat. Oleh karena itu dengan data yang dirinya kantongi jumlah yang belum dapat cukup banyak, padahal quato setiap tahun jumlahnya mencapai 700 guru.
Oleh Karena itu, kebijakan pimpinan demi pemerataan semua guru secara bergilir akan dapat dana perbatasan, walau  wilayah Rote Ndao tidak semua dapat dana perbatasan. Namun quato setiap tahun terbatas, dan wilayah tertentu saja, hanya Rote Barat Laut dan Rote Barat Daya, tetapi kebijakan pimpinan sehingga semua kecamatan masuk seperti Rote Barat pemekaran dari Rote Barat dan Rote Barat Laut, sehingga  dan Ndao Nuse masuk, wilayah Kecamatan Lobalain Pesisir, Rote Selatan pesisir, Pantai baru pesisir, Rote Tenggah sebagian, Rote Timur dan Landu Leko  sebagian.
Dikatakan Pandie, tahun ajaran 2015 quato guru di Rote sebanyak 98 orang, yakni kecamatan Pantai Baru dan Kecamatan Rote Tenggah, dan ada sisa yang belum dapat dialihkan ke kecamatan Rote Barat Laut dan Rote Barat Daya yang belum pernah dapat tunjangan perbatasan. Jumlah guru di Rote Ndao berjumlah 1.600 guru, jika dihitung lurus misalnya 1 tahun quatonya berjumlah 700,jika jumlahnya 1.600 orang,  maka tiga tahun saja semua sudah dapat. Tahun 2016 mendatang semua guru akan diusulkan termasuk guru SMA dan SMK di Kecamatan Lobalaian untuk dapat tunjangan perbatasan
Tunjangan Perbatasan selain meningkatkan pendapat guru, jika sudah mendapat lebih dari sekali akan dapat naik pangkat tanpa harus membuat karya ilmiah, besaran tunjangan perbatasan dibayar setahun sesuai dengan gaji pokok golongan tiga dapat Rp.3 juta selama 12 bulan, dipotong pajak 15%, pendapatan mencapai Rp.30 juta, dan tersebut langsung masuk kerekening guru.
Pandie berharap agar guru yang belum mendapat tunjangan perbatasan, tetapi layak sesuai dengan administrasi untuk menunggu, pasalnya pihak dinas pendidikan telah mengantongi data guru yang layak mendapatkan dana tersebut,karena dinas memikirkan pemerataaan guru di Rote Ndao.

ido