Warga Desa Fatukoto keluhkan persediaan obat di apotek RSUD Soe

dr. Ria Tahun

WARGA desa Fatukoto kecamatan Mollo Utara Yulius Pay mengeluhkan persediaan obat pada Apotik Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan yang sering habis pada jenis obat tertentu dan petugas Apotik meminta keluarga pasien untuk berbelanja obat pada apotik diluar RSUD dengan harga yang cukup tinggi, hal ini dinilainya sebagai suatu upaya kerja sama terselubung antara manajemen RSUD bersama pemilik apotik yang ada dikota soe untuk turut melariskan jualan obat apotik tersebut, Demikian pengeluhan dari Yulius Pay, Fiktoria Mael, Yunita Anone dan Ningsi Taek, Rabu, 9 Desember 2015 diSoe.
Menurut Yulis Pay pemahaman masyarakat pada umumnya bahwa pelayanan kesehatan gratis bagi pasien BPJS justru berbeda dengan yang sesungguhnya dilapangan, karena sebenarnya masyarakat miskin sebagai pasien BPJS harus memperoleh palayan gratis tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun pada saat berobat difasilitas kesehatan, namun kenyataannya itu sepertinya tipuan belaka saja dari pemerintah, karena faktanya pasien ketika berada di RSU  harus merogo saku sampai ratusan ribu untuk membeli obat diapotik diluar Rumah Sakit, “kami merasa tidak puas dengan pelayanan obat di Rumah Sakit, ketika kami bawah resep dari dokter ke apotik malah kami disuruh oleh  petugas untuk beli obat jenis tertentu di apotik lain karena apotik RSU tidak tersedia,”  kesalnya.
Direktur RSUD Soe dr.Ria Tahun ketika diwawancarai diruang kerjanya mengatakan bahwa RSUD selama ini menerapkan sistem alur pengaduan bagi masyarakat, oleh karena itu Ia menghimbau kepada masyarakat umum TTS yang mau menyampaikan usul, saran dan kritik terkait pelayanan di RSU Soe maka dapat melalui kotak saran yang ada, atau juga bisa secara langsung bertatap muka  diruang kerjanya agar secara bersama-sama mencarikan jalan keluar yang baik demi perbaikan pelayanan di RSUD Soe.
dr.Ria kembali menambahkan bahwa mengenai ketersediaan obat di apotik RSUD, Ia menjamin sampai saat ini semua jenis obat tersedia di Apotik RSU terkecuali jenis obat Asam Mafenamat yang habis dalam beberapa hari ini, namun sudah dipesan dan dalam waktu dekat kembali tersedia, karena perencanan awal sesuai daftar permintaan hanya 80.000 namun saat ini memesan 100.000 dan ditahun depan perencanan obat untuk asam mafenamat akan dinaikkan jumlahnya karena diperkirakan permintaan  jenis obat tersebut akan bertambah, jelasnya.
Mengenai model pemesanan obat pada  RSUD, selama ini pihaknya menerapkan sistem E-katalog berdasarkan amanat Permenkes 58 tahun 2014  tentang E-Katalog sehingga RSUD dapat melist semua jenis obat yang dibutuhkan, sementara untuk pengadaan obat berdasarkan Kepmenkes 328 tahun 2013 tentang Folararium Nasinal, yang di ikuti dengan SK Direktur RSUD SoE nomor 3 tahun 2013 tentang daftar obat obatan Non Formularium Nasional permintaan khusus pada RSUD Soe, sehingga pembelian obat tidak ada diluar daftar yang ada dan dipastikan semua jenis obat terkafer,  urainya. ♦ vic