Gubernur Viktor Laiskodat Minta Terminal Haumeni SoE Dilengkapi Restoran hingga Mini Market

Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat berkunjung ke terminal Haumeni Soe (pos-kupang.com)
Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat berkunjung ke terminal Haumeni Soe (pos-kupang.com)

EXPONTT.COM – Gubernur NTT, Viktor Laiskodat meminta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka untuk melengkapi fasilitas di Terminal Haumeni, Kabupaten TTS – SoE dengan fasilitas restoran, mini market, tempat ibadah, live musik tradisional dan juga televisi.

Hal ini disampaikan Viktor Laiskodat saat melakukan kunjungan kerja ke Terminal Haumeni, Kota SoE.

Viktor Laiskodat memerintahkan Isyak Nuka untuk merubah wajah terminal tipe B tersebut.

“Terminal itu harus ada daya tarik sehingga orang mau datang. Buat yang bagus, lengkapi dengan restoran, live musik tradisional, mini market. Buat oran nyaman dan tertarik datang kesini,” ujar Viktor Laiskodat dikutip dari pos-kupang.com, Senin 22 Maret 2021.

Viktor juga menyoroti loket-loket yang berada di sekitar terminal.

Baca juga: Kasat Reskrim Polres Sikka Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam, Polda NTT: Sedang Tugas

Baca juga: Jonas Salean Kembali Jadi Ketua Golkar Kota Kupang, Kado Istimewa

“Kenapa ini masih pakai loket begini? Orang sudah online kalian masih pakai yang begini. Di sini ada tidak papan informasi penunjuk arah rute bus, kapan busnya masuk terminal, berapa lama waktu tempuh ke lokasi tujuan, kenapa tidak ada,” ungkap Viktor.

Gubernur Viktor juga meminta agar foto-foto obyek wisata yang ada di Kabupaten TTS harus dipajang di terminal tersebut. 

Isyak Nuka, Kadis Perhubungan Propinsi NTT mengaku, pihaknya sudah memiliki perencanaan pembangunan terminal tipe B di 8 Kabupaten di Propinsi NTT, termasuk Terminal Haumeni.

Bahkan perencana tersebut sudah sampai pada Detail Engineering Design (DED). Dalam perencanaan tersebut, hampir semua permintaan Gubernur Viktor yang disampaikan saat kunjungan sudah masuk didalamnya.

Karena terkendala adanya refocusing anggaraan untuk penanganan Covid-19, perencana tersebut belum bisa dieksekusi. 

“Hampir semua yang disampaikan pak gubernur tadi sudah termuat dalam perencanaan pembangunan terminal prototipe tipe B yang sudah kita buat. Namun karena terkendala anggaran belum bisa kita eksekusi. Jika ada  Anggaran di tahun 2022 maka pembangunan terminal prototipe tipe B akan kita mulai,” jelas Isyak didampingi Michael, Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Teknis Perhubungan Wilayah, TTS, TTU, Belu dan Malaka dan Johni Lapebesi, Kepala UTP Pengelolaan Prasarana Teknis Perhubungan Wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sabu, Rote dan Alor.

Sesuai perencanaan tersebut lanjut Isyak, dibutuhkan anggaran Rp 10 Miliar hingga 15 Miliar untuk pembangunan satu terminal prototipe tipe B. 

“Butuh uang 10 Miliar sampai 15 Miliar untuk bangun satu terminal prototipe tipe B,” pungkasnya. ♦ pos-kupang.com