Days For Girls untuk Perempuan di Desa Nulle

  • Bagikan
Program Manager, Helga Dyah (kiri) didampingi Pregnancy Care Project Officer, Devi Handayani, saat menjelaskan cara menggunakan pembalut kain

“Saya merasa berguna sekali materi hari ini terutama terkait bagaimana cara menghitung siklus masa subur. Selama ini hanya meraba-raba saja, tetapi sekarang jadi lebih jelas,” kata Feby Tilman, salah satu peserta yang hadir.

Bertolak sejenak ke belakang, DFG sudah dilakukan di Timor Tengah Selatan (TTS) sejak 2016. DFG pada awalnya hadir untuk memastikan remaja putri di wilayah dampingan FMCH mengalami pelayanan kesehatan. FMCH memilih bergerak melalui kesehatan reproduksi, karena masih minim informasi terkait hal tersebut.

Baca juga: Kepala Sekolah yang Ditikam Orangtua Murid di Nagekeo Meninggal

Selain itu, melalui DFG, FMCH hendak mengajak perempuan, khususnya remaja putri untuk memiliki kesadaran kompleks akan dirinya. Banyak hari-hari yang hanya dialami oleh perempuan.

Penyerahan DFG Kit secara simbolis kepada Salah satu peseta oleh Program Manager FMCH Indonesia, Helga Dyah (tengah) didampingi Kepala Puskemas Nulle, Orance Nuban (kiri)

Sebut saja: menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui. Harus diakui kebutuhan perempuan jauh lebih kompleks dibandingkan laki-laki. Oleh karenanya dibutuhkan perhatian lebih dalam memastikan terpenuhinya kesehatan perempuan.

Melalui remaja putri, FMCH fokus pada kesadaran penuh akan menstruasi yang higienis.

Kesadaran mencakup bahan pembalut yang digunakan dan manajemen ketika menstruasi. FMCH melalui DFG menjawab tantangan ini dengan melakukan pembagian DFG Kit.

Baca juga: Masih Tahap Uji Coba, Penerapan Tilang Elektronik di Kota Kupang Ditunda

DFG Kit ini terdiri dari pembalut kain, handuk, celana dalam, sabun, hingga kertas petunjuk dan kartu siklus menstruasi. Pada DFG Juni 2021 ini, FMCH membagikan 30 DFG Kit bagi seluruh peserta. “Saya sangat senang dapat pembalut kain ini, semoga saya cocok dengan produknya dan tidak lagi pakai pembalut sekali pakai. Tidak buang sampah lagi,” ungkap salah satu peserta, Dircia Pinto.

DFG merupakan kegiatan rutin FMCH yang akan terus dilakukan di berbagai wilayah di Kabupaten TTS. FMCH berkomitmen agar semakin banyak perempuan yang sadar akan pentingnya kesehatan reproduksi mereka.

Baca juga: Dukcapil Ende Miliki Mobil Operasional Garugiwa Melayani Masyarakat

“Kami percaya, dengan tahu dan sadar tantang reproduksinya, kelak remaja ini akan jadi ibu yang baik. Lalu ibu-ibu yang baik ini akan melahirkan generasi Indonesia yang sehat ceria,” tutup Devi Handayani.

Seluruh peserta berpose bersama usai Days for Girls di Desa Nulle
  • Bagikan