Kepala BPBD Kota Kupang Bantah Ada Penumpukan Bantuan di Gudang

  • Bagikan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah

EXPONTT.COM – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Maxy Jemy Deerens Didok membantah adanya penumpukan bantuan bagi korban Badai Seroja di BPBD Kota Kupang.

Menurutnya, bantuan tersebut telah diterima dan disalurkan kepada 31 kelurahan dan sisanya akan segera disalurkan setelah proses pengemasan selesai.

Hal ini dipicu usai munculnya info yang menjadi perbincangan di masyarakat terkait dugaan penumpukan bantuan di gudang BPBD.

Maxi menuturkan, pada Selasa 8 Juni 2021 beberapa orang yang diduga anggota DPRD Kota Kupang mendatangi Kantor BPBD saat berlangsung pengemasan logistik paket bantuan.

“Saat itu (pengemasan logistik paket bantuan) kami mendadak dikunjungi beberapa orang yang tidak kami ketahui namanya karena mereka tidak menunjukkan surat tugas atau tanda pengenal apapun. Yang kami kenal hanya Ibu Walde Taek,” jelas Maxi.

Menurut Maxi, rombongan itu kemudian datang melihat-lihat bahkan mengambil foto kondisi gudang logistik. Beberapa saat kemudian muncul info viral yang mengatakan adanya penumpukan bantuan di gudang BPBD.

Maxi mengimbau masyarakat agar tidak termakan informasi hoax.

Saat ini, pihaknya sedang menyelesaikan administrasi dan juga pengemasan bantuan.

“Bantuan yang kita terima harus dibuatkan berita acara dan dikemas secara baik sehingga perlu waktu, tidak benar ada penumpukan. Semua sudah sesuai jadwal dan prosedur. Bantuan antara lain ada masker 200 boks, sabun cair 469, tenda 10 pieces, selimut 100 pieces, hand sanitizer 1.000 pieces, beras dan air mineral,” ujarnya.

Ia mengatakan, Kota Kupang mendapat bantuan dari beberapa pihak untuk korban bencana alam badai siklon tropis Seroja salah satunya Bank Danamon yang diserahkan kepada BPBD pada 4 April lalu.

“Bantuan tak hanya dari Bank Danamon, ada juga dari BNPB. Bantuan-bantuan ini baru tiba di Kupang pada Senin 7  Juni 2021. Oleh karena itu, saat ini bantuan ini masih tersimpan di gudang BPBD Kota Kupang. Bantuan tersebut berupa selimut, mie instant, minyak goreng, ikan kaleng, beras, tenda, hand sanitizer, rapid-test, dan masker”, jelasnya.

Ia menjelaskan saat ini masih diselesaikan administrasinya dan dikemas. Jika sudah selesai, maka langsung disalurkan kepada masyarakat melalui kelurahan.

Menurutnya tata cara penyaluran bantuan di BPBD yakni barang yang masuk perlu dicek apakah sesuai data yang diterima atau tidak.

Selanjutnya dibuatkan berita acara untuk dilaporkan kepada Wali Kota.

Tahapan selanjutnya adalah mengonfirmasi pemerintah kelurahan terkait data penerima.

“Setelah distribusikan kepada kelurahan selanjutnya akan disalurkan kepada para korban atau warga terdampak,” pungkasnya. (rilis)

  • Bagikan